MISI EVANGELIS MEMBAWA KABAR SUKACITA
Sumber: I&II Timothy from The Banner of Truth Trust. De brieven van Paulus aan Timotheüs ISBN 90 266 0778 4.

Pembelajaran Alkitab 1 Timotius

1 Timotius 111 Timotius 221 Timotius 331 Timotius 441 Timotius 551 Timotius 662 TimotiusTm 2
Ajaran SesatAjaran SesatAnugerah TuhanAnugerah TuhanAturan-aturanAturan-aturanPersyaratan bagi Pekerja TuhanPersyaratanTugas bagi pekerja TuhanTugas bagi pekerjaJanda-janda, tingkah laku para wanita anggota gerejaJanda-jandaBahaya dari kehidupan duniawiBahaya kehidupan
Para Rabi dan ajaran sesat

Ajaran Sesat

Ayat 1-2 Paulus adalah seorang dari murid Yesus Kristus. Pembukaan surat ini dimulai dengan otoritas Paulus. Meskipun surat ini dengan tulus ditulis untuk anak-anaknya dalam iman, Paulus menunjukkan bahwa tulisan ini memiliki otoritas ilahi dan bukan sepucuk surat dari seorang ayah kepada anaknya. Paulus termasuk dalam kelompok rasul yang:

  1. Dipanggil dan diutus oleh Yesus.
  2. Saksi pendengar dan saksi mata Yesus
  3. Telah menerima gelar khusus dari Roh Kudus
  4. Dengan kuasa Roh Kudus memiliki kemampuan untuk melakukan mukjizat dan penyembuhan khusus
  5. Memiliki perlindungan khusus
  6. Pemberitaan mereka tidak terbatas hanya 1 gereja tetapi ditujukan kepada semua bangsa (termasuk Israel, Yunani, Italia, Spanyol dan Asia)

Hanyalah ke 11 rasul inilah dan posisi Yudas si rasul pengkhianat yang ditempati oleh Paulus, yang dapat menyebut diri mereka sebagai rasul-rasul dari Yesus Kristus.
Paulus telah melihat Yesus dan telah menerima pengajaran dari Yesus Kristus selama 3 tahun setelah kebangkitan Yesus. Kristus adalah Yesus yang telah bangkit, sekarang berada di Surga, duduk disebelah kanan Allah. Paulus dipanggil dan ditetapkan oleh Yesus Kristus dalam perjalanan ke Damaskus, atas perintah Allah Bapa. Melalui doa Yesus menerima nama 12 rasul dari Allah Bapa saat dia berada di dunia.
Perhatikan ekspresi Tuhan Juruselamat kita. Bukan Yesus Kristus Juruselamat kita. Keselamatan dan keselamatan dosa berasal dari Allah Bapa. Ini adalah rencanaNya bahwa PutraNya harus mati untuk dosa manusia. Allah Bapa adalah sumbernya, Yesus adalah pelaku keselamatan.
Timotius adalah seorang putra dari seorang wanita Yahudi yang percaya, tetapi yang berayahkan seorang Yunani, KIsah Para Rasul 16:1. Ia disunat karena orang-orang Yahudi di Listra dan ikonium, karena semua orang tahu bahwa ayahnya adalah seorang Yunani. Kata "Anakku", mengacu pada 2 hal disini, diperoleh (dilahirkan) dan disayangi. Ini berbeda dengan Demas, yang meninggalkan Paulus. Dia (Timotius) telah memberikan perhatian penuh pada ajaran Paulus (2 Tim 4:10).
Kasih karunia adalah sumbernya, penebusan Tuhan, kasih Allah Bapa bagi orang berdosa. Kasih yang membawa keselamatan.
Belas kasihan orang Samaria yang baik hati yang merawat orang yang dirampok (Adam yang telah jatuh yang memakan buah terlarang itu melalui rayuan setan oleh istrinya Hawa. Setan merampok kehidupan manusia). Pria yang diserang itu terbaring sekarat di jalan. Manusia menunggu kematian sebagai hukuman atas dosa. Orang Samaria yang baik itu menjemputnya dan membawanya ke penginapan, memberikannya perawatan. Yesus memberikan hidup-Nya, Dia pergi ke Surga, tetapi memberikan Roh Kudus sebagai penjaga.
Damai datang dari sumbernya, tidak ada lagi murka dari Tuhan Bapa, tapi rekonsiliasi
Tuhan kita, Kristus Yesus adalah Tuhan atas kehidupan Paulus dan Timotius. Melalui pengakuan ini, mereka tunduk pada Kehendak Kristus Yesus dan Allah Bapa. Bukan keinginan mereka, tapi hidup di bawah kendali Roh Kudus. Kehidupan dalam penganiayaan (oleh orang Yahudi dan bukan Yahudi) dan penyiksaan, kelaparan dan kehausan, kapal karam, dll.

Ayat 3 Paulus meninggalkan Timotius ketika dia berada di Efesus dan memulai perjalanannya melalui Makedonia. Meninggalkan Timotius dengan tujuan untuk membangun gereja. Tetapi juga untuk mencegah ajaran dan tafsir yang salah. Dengan surat ini Paulus memerintahkan agar Timotius tetap di Efesus dan mencegah ajaran sesat.
Perintah itu ditujukan ke beberapa orang, Paulus bijaksana dan tidak menyebutkan nama, untuk menjauhkan diri dari ajaran sesat. Ini beberapa mungkin adalah pengikut Himeneus dan Aleksander ayat 20.

Ayat 4 Guru-guru palsu yang sibuk dengan dongeng dan silsilah. Jelas mengacu pada guru-guru Yahudi. Sebuah komentar dalam kitab Kejadian oleh para rabi di Talmud (Haagadah), dengan tambahan aturan mengenai kehidupan kerabian. Bisa jadi bahwa Kitab Yobel lah yang dimaksudkan oleh Paulus. Ini mencakup seluruh periode dari penciptaan hingga masuk ke Kanaan. Seluruh tulisan didasarkan pada angka 7. Seminggu memiliki 7 hari. Satu bulan memiliki 4 x 7 hari. Setahun memiliki 52 x 7 = 364 hari. Tahun-minggu memiliki 7 tahun dan tahun Yobel memiliki 7 x 7 = 49 tahun.
Para rabipun berujung kepada diskusi yang alot yang menghiraukan banyak hal-hal kecil tidak penting yang tidak berkesudahan Dengan demikian menggantikan hukum Tuhan dengan tradisi manusia.
Di zaman kita, hal yang sama terjadi dalam berbagai bentuk. Alih-alih studi Alkitab berdasarkan perbandingan kitab suci dan meneliti kata-kata Ibrani dan Yunani, ada seseorang yang melakukan dengan mencoba menjelaskan Yusuf kepada istri Potifar, Simson dan bimbingan Tuhan kepada Delilah, Yesus tinggal di Sheol (neraka) dan Khotbahnya kepada orang mati, semua agama percaya dalam Tuhan yang sama. Orang mulai mencampurkan sejarah dengan fantasi. Dipadukan dengan interpretasi dan imajinasi sendiri untuk membawa Firman Tuhan "lebih dekat kepada manusia dan membuatnya mengerti".
Semua ini mengalihkan perhatian manusia dari Kebenaran, memberikan kesulitan dan berujung pada diskusi menyesatkan, dan kematian di neraka.

Ayat 5 Sesuai dengan 1 Korintus 13 Ayat 5 Sesuai dengan 1 Korintus 13 kasih adalah yang terpenting dan harus datang dari hati yang murni, tidak berkesudahan dan dengan hati nurani yang baik. Kasih ini memenangkan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus. Paulus mendesak Timotius untuk mengajarkan hal ini di gereja di Efesus. Injil murni harus diajarkan tanpa embel-embel dongeng, penelitian silsilah, dan kesalahan. Karena kasih, Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk mati di kayu Salib Golgota demi dosa manusia. Ketika seorang berdosa dimenangkan bagi Yesus, pertama-tama hati yang berdosa harus dibersihkan dari semua dosa masa lalu dan dibebaskan dari setan (bayangkan aborsi, percabulan, penggunaan narkoba, kecanduan, okultisme, dll.) Dan bebas dari semua keinginan duniawi dan ditempatkan di bawah kendali Roh Kudus.

1 Petrus 4:3 and 15 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

Ayat 6 Beberapa poin kembali ke ayat 3. Hati mereka tidak terfokus kepada Yesus, tetapi kepada pembicaraan yang sia-sia dan tentang dongeng dan mitos. Cara hidup mereka tidak dimaksudkan untuk menjadi pendosa, keselamatan oleh Yesus dan hidup didalam kemuliaan dan anugerah Allah. Itu adalah kehidupan yang berkelanjutan di dunia, sepenuhnya berfokus pada dunia dengan ajaran-ajaran palsu dan penjelasan manusia mereka

Ayat 7. Mereka kembali kepada hukum Musa (10 perintah Allah dan Taurat kitab kelima pertama dalam Alkitab). Hukum dimana tidak seorangpun yang mampu memenuhinya sehingga semua (manusia) berada dibawah hukuman Allah.Mereka berharap mereka dapat menjelaskan perintah tersebut seperti para Farisi dan ahli-ahli Taurat Jatuh kembali pada perihal mempermasalahkan hal-hal kecil bagaikan memisahkan rambut. Hukum Musa hanya berfungsi untuk menyadarkan bahwa manusia adalah berdosa dan tidak ada keselamatan, hanya penghakiman oleh Tuhan. Mereka berbicara dengan pasti, bahkan tanpa menyadari apa artinya.

Ayat 8. Hukum adalah baik, karena jika setiap orang di dunia harus menaati hukum Musa dengan SEMPURNA, dunia akan terlihat sangat berbeda. Yang paling utama adalah, menyembah Tuhan. Tidak ada pencurian, tidak ada pembunuhan (tidak ada aborsi, tidak ada eutanasia), tidak ada perzinahan, tidak mengingini milik orang lain (tidak ada kecemburuan). Menghormati orang tua (kepatuhan oleh anak-anak).

Ayat 9-10. Seorang yang benar taat kepada hukum melakukan apa yang ditentukan oleh hukum Musa tanpa interpretasi tambahan. Hukum adalah untuk orang yang jahat yang tidak mau taat kepada perintah Allah. Paulus memberikan lebih jelas daftar, antara lain, mereka yang secara sadar memilih untuk melawan Tuhan dari hati mereka.
Para pelaku percabulan: mereka yang tidur dengan pelacur, tetapi termasuk mereka yang sudah menikah dan tidur dengan orang lain selain pasangannya sendiri, termasuk seks sebelum menikah.
Sodom: pelacur laki-laki yang menjual diri di bait-bait kafir untuk melakukan hubungan seksual dengan jenis kelamin laki-laki.
Penculik: artinya tidak pasti. Ini terkait dengan perbudakan. Perdagangan laki-laki, perempuan dan anak-anak. Ini juga mengacu pada menjual jiwa Anda kepada setan, pengikut iblis dan okultisme, tetapi juga ingin mengetahui masa depan (membaca kartu, horoskop). Termasuk tato: membuat tanda pada kulit dan dengan demikian menolak ciptaan Tuhan menurut gambar Tuhan dan tidak puas dengan tubuh Anda sendiri.

Ayat 11. Allah yang mulia, terdiri dari tiga unsur: Maha Sempurna, Maha mengetahui, Maha mencukupi.
Oleh karena itu aku (Paulus) telah dipercayakan melalui pengajaran tiga tahun dari Yesus sendiri (Galatia 1:12 dan 18).

Anugerah Tuhan kepada Paulus 1 Timotius 1:12-20

Ayat 12. Paulus mengucapkan syukur kepada Tuhan karena meskipun gereja mengalami penganiayaan yang berat dan pembunuhan orang-orang Kristen pertama, Dia (Tuhan Yesus) telah memanggil Paulus untuk keluar dari kegelapan dan menunjuk dia sebagai pemberita kabar injil Yesus Kristus. Dia mengucapkan syukur untuk ketiga hal yang telah diberikan kepada dia: Yesus telah memberikan dia kekuatan menganggapnya setia dan mempercayakan kepadanya pelayanan, itu adalah anugerah dan pengampunan yang murni.

Ayat 13 Fakta yang mencengangkan, dimana seorang pendosa yang sangat besar: seorang penghujat, penganiaya dan pembunuh, yang menerima kasih karunia dari Tuhan dan diproklamasikan sebagai Pengkhotbah Injil oleh Kristus Yesus sendiri. Sungguh suatu anugerah! Paulus dulunya adalah orang besar yang dikenal sebagai penganiaya jemaat Kristen yang kejam, dan oleh karenanya Yesus menolak iman Kristen mereka, jika tidak maka dia akan membunuh orang-orang percaya ini. Paulus sangat menyetujui untuk melempari Stefanus dengan batu. Namun demikian, itu tidak dianggap sebagai dosa melawan Roh Kudus. Kebohongan Ananias dan Safira secara sadar. Adalah ketidakperdulian Paulus. Dengan segala ketulusan Paulus, dia berpikir bahwa Yesus Kristus adalah suatu kebohongan, dan sebagai orang Farisi hukuman yang pantas untuk sebuah penghujatan adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. Hanya ketika Yesus Kristus menampakkan diri-Nya di perjalanan ke Damaskus, dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengakui bahwa Yesus benar-benar telah bangkit dan adalah Putra Allah

Ayat 14. Berlalu dari seorang pendosa besar dan beralih kepada kasih karunia yang berlimpah yang terjadi atas Paulus. Bukan hanya berubah dari orang berdosa yang telah menjadi percaya, tetapi secara berlimpah dikaruniai karena dia ditunjuk sebagai Pemberita Injil. Dengan tugas khusus untuk memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi. Paulus sangat diberkahi oleh banyak karunia Roh Kudus: sebagai penginjil, guru, nubuat, berbicara dalam bahasa roh, singkatnya dengan semua karunia Roh Kudus.

Ayat 15. Perkataan ini benar, ini adalah kesaksian dan pengalaman dari ke 12 murid, dengan lebih dari 500 saksi yang melihat Yesus hidup setelah kematianNya dan kesaksian dari Paulus yang melihat Yesus di perjalanan ke Damaskus.
Hal ini layak diterima dengan sepenuhnya, yang adalah kebenaran bahwa Yesus telah mati untuk dosa manusia dan untuk semua yang percaya sehingga menerima pengampunan atas dosa dan memperoleh hidup yang kekal.
"di antara mereka akulah yang paling berdosa." Yesus datang ke bumi untuk mati sebagai manusia berdosa. Orang-orang telah melakukan dosa berat, tetapi Paulus menganggap dirinya sebagai orang yang paling berdosa dari semua orang. Dia membunuh banyak orang Kristen (bukan hanya orang biasa, tetapi orang-orang milik Yesus Kristus) dengan kebencian dan kesadaran yang sangat besar. Tidak sedikit, tetapi banyak, dan tujuannya adalah untuk menambahkan lebih banyak lagi, Yesus tidak menghentikannya dalam perjalanan ke Damaskus. Tidak ada orang yang melakukan dosa besar seperti Paulus. Kita tahu para pembunuh berantai, orang-orang yang telah melakukan aborsi (mungkin beberapa dari mereka sendiri), tetapi Paulus masih menganggap dirinya lebih besar daripada mereka. Dia menempati posisi pertama di antara para pembunuh ini

Ayat 16 Tidak peduli seberapa besar dosa manusia, kasih karunia Tuhan lebih besar. Tetapi harus ada ruang bagi orang tersebut untuk bertobat, pengakuan dosa. Paulus secara terbuka mengakui sebagai pendosa terbesar. Sebagai orang yang angkuh, yang mengira dia dapat menebus dirinya dengan hidup yang baik (sebagai seseorang yang mampu sepenuhnya menaati semua perintah dari 10 hukum Allah). Dan memperdaya hanya dengan melalui perbuatan baik. Tidak seorang pun, dan SIAPAPUN yang bisa luput dari dosa di bawah murka Allah Bapa. Hanya dengan percaya pada Keselamatan melalui Yesus Kristus maka pengampunan dosa dimungkinkan. Dimana orang tersebut harus mengakui kesalahannya dan mengakui bahwa dia tidak dapat menebus dirinya sendiri. Karena hutang Paulus yang sangat besar, dia mengedepankan urusan dalam pengampunan. Terlepas dari kesalahan yang sangat besar ini, Tuhan telah mengakui penderitaan dia dan mengampuni dosa-dosanya. Ini adalah contoh bagi siapa saja yang ingin percaya. Tidak ada dosa yang terlalu buruk bagi seseorang yang bertobat dan ingin percaya. Contohnya adalah Paulus.

Ayat 17 Raja segala zaman. Keberadaan Tuhan dan anugrah Tuhan tidak terbatas pada satu abad. Tuhan sudah ada sebelum penciptaan, di saat ini dan akan terus ada setelah akhir bumi ini. Terus ada di Bumi Baru dan di Surga Baru. Dia adalah Tuhan awal (alpha) dan tanpa akhir (omega), Tuhan yang kekal tanpa kefanaan.
Satu-satunya Tuhan, tidak ada allah lain. Aphrodite, Apollo, Artemis, Hermis, Zeus, Buddha, dan penggambaran allah lainnya adalah ciptaan tangan manusia. Semua tidak memiliki roh. Kekuatan nyata yang memancar dari mereka adalah melalui kekuatan kegelapan, melalui setan dan iblis. Mereka mendengarkan penyembahan berhala ini dan memenuhi keinginan (jahat) para penyembah berhala. Ini juga berlaku untuk penyembahan gambar orang-orang kudus (Diberkati oleh Paus, Gereja Katolik).

Ayat 18 Tugas ini: Tugas Kristus Yesus kepada Paulus untuk Mengkhotbahkan Injil dan untuk mengajarkan nilai dan standar kehidupan Kristen. "Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku." Setelah kematian Saya, kamu akan menjadi pengganti-Ku, kamu harus melanjutkan misi ini melalui Yesus. Kamu harus membuktikan dirimu sebagai anak sejati di dalam Yesus Kristus. Teguh dalam mengajar seperti yang telah diajarkan kepadamu.
Menurut nubuatan yang telah diucapkan, lihat 1 Tim. 4:14. Nubuat ini juga termasuk perjuangan yang harus dilawan Timotius. Perjuangannya melawan kuasa kegelapan, tetapi juga kepada para guru palsu (ajaran sesat) di Efesus.

Ayat 19 Bagaimana seharusnya perjuangan ini dilakukan? Dengan iman dan hati nurani yang baik. Timotius dipanggil untuk bertahan dalam iman. Hati nuraninya adalah tanggung jawab yang harus dia berikan kepada Tuhannya Yesus Kristus. Seorang Kristen harus menjadi prajurit yang baik (2 Timotius 2:3) dan seorang pelaut yang terampil untuk tidak memimpin sebuah kapal yang karam. Dalam badai (kehidupan Kristiani) angin mampu membuat kapal menabrak batu dan menghancurkan kapal (kapal karam). Orang Kristen diserang oleh orang-orang tidak percaya, setan dan iblis, kelaparan dan kehausan, siksaan, dan ajaran sesat. Hidupnya sedang melewati badai. Bagi sebagian orang, ini berarti kapal yang hancur di bebatuan dan mereka kehilangan kepercayaan. Iman mereka mengalami kapal yang karam, mengakibatkan hilangnya kehidupan yang kekal.

Ayat 20 Para pemimpin di kapal karam, adalah ajaran palsu, Himeneus dan Aleksander disebutkan namanya. Mereka adalah pemecah hukum, menjelaskan hukum Yahudi tanpa memiliki pengetahuan yang mendalam dan memberikan penjelasan yang salah. Mereka menmfokuskan diri mereka pada mitos dan silsilah keluarga.
Paulus telah menyerahkan kedua orang ini kepada Setan. Mengapa? Agar fitnah dan ajaran palsu mereka tidak dipelajari!
Banyak orang dan penerjemah mengalami kesulitan dengan kata-kata dari Paulus ini. Marilah kita JANGAN melupakan betapa seriusnya masalah ini. Guru-guru palsu ini mengajarkan Kekristenan yang palsu. Kekristenan yang menyebabkan orang percaya (tidak percaya) kehilangan kehidupan kekal mereka. Ini adalah masalah yang benar-benar serius. Bisa jadi peringatan Paulus kepada mereka, atau para pemimpin jemaat Efesus, tidak membantu dan mereka bertahan dalam pengajaran dan penjelasan mereka sendiri. Itulah sebabnya Paulus menyerahkan mereka kepada Setan dengan harapan melalui siksaan fisik dan / atau mental oleh Setan mereka akan bertobat dan menghentikan ajaran palsu mereka. Tujuannya adalah hukuman dan pertobatan sebelum terlambat.


Aturan-aturan dalam 1 Timotius 2

Berdoa untuk pemerintah

Ayat 1-2 pasal 1 diakhiri dengan peringatan tentang ajaran palsu di gereja. Pasal 2 dimulai dengan aturan kehidupan Kristen di dalam gereja: doa untuk pemerintah dan pakaian yang layak. Ini adalah perintah (menegur) yang menarik bagi Timotius bagaimana jemaat Kristen HARUS berperilaku. Pertama dengan permohonan. Bukan melalui doa yang berlutut yang biasanya terjadi selama beberapa menit, BUKAN, melainkan doa yang memohon selama beberapa puluh menit yang mengacu pada teks-teks Alkitab (seperti Ester, Daniel dan Nehemia). Untuk topik doa, lihat Berdoa. Berdoa untuk:

  • SEMUA ORANG, jadi orang tidak percaya dan orang percaya.
  • Raja, Ratu, dan president.
  • Anggota dari pemerintahan,,
  • Otoritas pemerintahan negara,
  • Otoritas pemerintah kota,
  • Pastor, tua-tua diakonia,
  • Penginjil,
  • Misionaris dan keluarganya,
  • Orang percaya yang dianiaya dan di siksa oleh karena iman mereka,
  • Orang Yahudi dan Israel yang ada diseluruh dunia dan di Israel.

Mengapa? Pertama karena itu adalah Kehendak Tuhan dan kedua agar kita memiliki kehidupan yang tenang. Seorang penguasa dan anggota majelis yang menghormati hukum Tuhan, takut akan Tuhan, tidak akan mengesahkan hukum yang mengarah pada penganiayaan terhadap orang Kristen, karena mereka memprotes hukum yang bertentangan dengan Tuhan. Seorang politisi dan anggota kongres atau senat yang menghormati hukum Tuhan dan yang takut akan Tuhan

  • tidak akan menerima, mengesahkan hukum dan undang-undang yang mengarah pada penganiayaan terhadap orang Kristen, karena mereka memprotes hukum yang bertentangan dengan Tuhan.
  • tidak akan menerima, mengesahkan undang-undang yang menyebabkan orang Kristen masuk penjara ketika mereka memprotes aborsi, eutanasia, pernikahan sesama jenis dan adopsi anak oleh pasahan sesama jenis, dan vaksin Covid-19.
  • Tidak akan menerima, mengesahkan hukum dan undang-undang yang menyebabkan orang Kristen masuk penjara ketika menginjil di jalan.

Sehingga orang Kristen dapat hidup dalam semua kesalehan dan menyebarkan nilai-nilai dan norma-norma Alkitab dengan bebas. Gubernur yang tidak menghormati Tuhan akan menetapkan semua jenis hukum yang bertentangan dengan perintah Tuhan, Setan dapat memerintah dengan bebas. Di sana, Setanisme dan okultisme akan berkuasa dan akan mengalami kerugian(hukuman Tuhan).

Ayat 3 Doa ini baik dan menyenangkan dan mendapat izin dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah doa yang ingin dijawab oleh Tuhan. Namun, ini harus disertai dengan permohonan dan secara massal di banyak gereja. Setan juga memiliki pendukungnya dan menggunakan voodoo dan macumba untuk menyerang orang Kristen dan penguasa.

Ayat 4 Mengapa ada permohonan untuk orang-orang yang tidak percaya? Karena Tuhan TIDAK ingin ada yang terhilang, TAPI SEMUA ORANG menjadi percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dari dosa-dosa mereka. Tuhan ingin semua orang mengetahui bahwa mereka adalah orang berdosa, bahwa Setan ingin menghancurkan dunia dan hanya melayani tujuan mereka. Dia mengakui bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan karena itu harus menerima kasih karunia Tuhan. Menyadari bahwa Yesus Kristus adalah SATU-SATUNYA JALAN menuju kehidupan kekal di Surga. Menyadari bahwa hanya dengan hidup di bawah kendali Roh Kudus orang percaya mampu melawan dosa. Melalui kuasa ini maka kehidupan untuk demi kehormatan dan kemuliaan Tuhan adalah memunkinkan, dimana ini akan menuntun kepada kehidupan di Surga. Ini adalah Kebenaran dan bukan ajaran palsu dan nubuatan palsu orang.
KASIH Tuhan terungkap dalam Yesus Kristus yang mati untuk dosa manusia. Tuhan ingin setiap orang mengakui dan menerima Kasih dan Rahmat. Itu adalah PILIHAN SUKARELA manusia. Jika seseorang TIDAK menginginkan Kasih dan Rahmat itu, maka murka Tuhan atas dosa tetap ada pada orang itu, dan dia harus menanggung hukumannya atas dosa, menggertak kan giginya di lautan api, "Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan" (Ibrani 12:29). Bukan karena Tuhan mengutuk dosa dan bukan karena Kasih Tuhan sehingga tidak ada neraka dan tidak ada lautan api. Pencuri yang mencuri, pembunuh yang membunuh, orang berfikir logis bahwa orang tersebut akan mendapat hukuman. Tuhan adalah hakim yang adil, Dia suci, dan ada hukuman atas setiap dosa. Kasih TIDAK bisa menghapuskannya. Setiap ayah atau ibu yang penuh kasih akan menghukum anaknya yang tidak patuh.

Stu Perantara yaitu YesusAyat 5 Hanya ada satu Tuhan di Alam Semesta. Bukan tuhan untuk bangsa itu dan tuhan lain untuk bangsa lain. Satu tuhan untuk orang merdeka dan satu tuhan untuk budak. Bukan tuhan untuk Israel dan tuhan lain untuk Yunani atau Kristen. Hanya ada satu Tuhan yang marah terhadap dosa dan terhadap penolakan atas perintah-perintah-Nya (dan kepada manusia yang hanya menginginkan hal buruk terjadi kepada sesamanya, yang memanjakan diri dengan kekayaan dunia dan tunduk pada setan dan iblis). Orang yang tidak bisa membebaskan dirinya dari sifat berdosa. Orang yang tidak memiliki kuasa atas dosa. Hanya ada satu Perantara antara orang ini dan Tuhan: Yesus Kristus.

Ayat 6 Paulus bersaksi tentang satu orang ini, karena tidak ada cara lain untuk mencapai rekonsiliasi dengan Allah Bapa. Dia adalah Sang Pencipta. Karena ketidaktaatan manusia kepada Tuhan (kejatuhan), manusia secara sukarela memilih untuk menentang Tuhan. Setiap orang secara individu memiliki pilihan untuk berpihak atau menentang Tuhan. Setiap orang memiliki pilihan bebas untuk menerima atau menolak Satu Mediator tersebut. Itulah yang disaksikan kepada Paulus dan kesaksian Paulus kepada Timotius tentang pesan ini. Dan untuk meneruskan pesan ini ke generasi berikutnya.

Ayat 7 Untuk tujuan inilah, Paulus ditunjuk oleh Yesus sendiri sebagai Pengkhotbah dan rasul. Pesan bagus ini adalah KEBENARAN. Dengan ciri khusus bahwa Paulus terutama ditunjuk sebagai seorang pemberita di antara orang bukan Yahudi. Tetapi juga untuk mengajarkan cara hidup Kristen yang baru. Dan setiap orang Kristen juga menyebarkan dan menunjukkan cara hidup baru ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ayat 8, bagaimana dan dimana kita berdoa?

Kita bisa berdoa di mana saja (dengan wajah menghadap ke Yerusalem, menurut Daniel). Untuk pria berlaku dengan menadahkan tangan yang suci. Di Efesus tidak hanya di sinagoga, tetapi juga terjadi di sebuah ruangan besar di rumah. Apakah ini satu-satunya cara untuk berdoa dengan menadahkan tangan? Tidak. Berikut adalah beberapa contohnya: Berdiri (1 Samuel 1:26), Tangan terentang atau terangkat (Keluaran 9:29), Dengan lutut yang ditekuk (Kejadian 24:48).
Catat kondisinya: tidak boleh ada murka atau perselisihan di dalam hati, atau dosa. Dosa pertama-tama harus diakui sebelum orang percaya dapat berdoa (menjadi suci).

Ayat 9-10 Demikian pula sebuah kata yang penting. Paulus melanjutkan aturannya mengenai wanita di depan umum. Artinya wanita hadir di tempat umum dan menyembah Tuhan disana bersama laki-laki.
Pakaian yang layak: tidak berlebihan dan menarik perhatian, tetapi juga tidak dengan pakaian yang buruk. Singkatnya, tidak mengganggu, tidak menarik perhatian pria kepada penampilan atau pakaian mereka. Lihat ayat 13 Hawa lebih rendah dari Adam. Seorang wanita yang memperlihatkan payudaranya atau mengenakan rok mini di gereja tidak dapat dipungkiri akan menarik perhatian para pria. Pertemuan doa, studi Alkitab, dan gereja HARUS terfokus pada Tuhan, bukan wanita yang mengalihkan perhatian dari Tuhan. Dan kemudian jangan berbicara bahwa seseorang muncul di hadapan Tuhan Yang Suci.
Wajah Musa sangat bersinar ketika dia turun dari gunung setelah dia berbicara kepada Tuhan sehingga orang Israel menutupi wajahnya. Ketika Tuhan adalah cahaya yang begitu bersinar, bagaimana orang percaya bisa tampil dalam pakaian sehari-hari mereka di pertemuan doa, studi Alkitab, atau di gereja. Di manakah penampilan wanita (dan pria) yang bermartabat? Apakah itu adalah penanggalan kesalehan mereka?
Di Israel berlaku aturan bahwa tempat-tempat suci hanya boleh dikunjungi oleh wanita dengan dada, bahu dan lutut yang tertutup.

Ayat 11-13 Sumber: I & II Timotius dari The Banner of Truth Trust, halaman 109-110. Melalui kata-kata ini dan sesuai dengan 1 Korintus 14:33-35 mungkin terdengar agak tidak ramah, namun kenyataannya justru sebaliknya. Nyatanya, mereka mengekspresikan perasaan simpati yang lembut dan pemahaman dasar. Maksudnya: jangan biarkan seorang wanita memasuki suatu lingkungan aktivitas yang karena ulahnya sendiri dia menjadi tidak pantas. Jangan biarkan burung mencoba tinggal di bawah air. Janganlah seekor ikan mencoba hidup di darat. Janganlah seorang wanita mengharapkan untuk menjalankan suatu otoritas atas seorang pria dengan menguliahinya dalam ibadat umum. Demi dirinya sendiri dan kesejahteraan spiritual gereja, gangguan yang tidak suci seperti itu adalah dilarang. Dalam pelayanan Firman pada hari Tuhan seorang wanita harus belajar, bukan mengajar. Dia harus diam, tetap tenang (lihat 1 Tesalonika 4:11 dan 2 Tesalonika 3:12). Dia seharusnya tidak membuat suaranya terdengar. Selain itu, pembelajaran dalam keheningan ini hendaknya tidak dengan sikap hati yang memberontak tetapi "dengan patuh sepenuhnya" (2 Korintus 9:13; Gal. 2:5; 1 Tim. 3:4). Dia seharusnya dengan bersukacita membawa dirinya sendiri di bawah hukum Tuhan dalam hidupnya. Kesetaraan rohani yang penuh dengan laki-laki merupakan suatu bagian dalam semua berkat keselamatan (Gal.3:28 "tidak ada laki-laki atau perempuan") tidak menyiratkan suatu perubahan mendasar dalam sifatnya sebagai wanita atau dalam tugas yang sesuai dengan dirinya sebagai seorang wanita yang dipanggil untuk tampil. Biarkan seorang wanita tetap menjadi seorang wanita! Ada lagi yang tidak bisa diizinkan oleh Paulus. Paulus tidak dapat mengizinkannya karena hukum suci Allah pun tidak mengizinkannya (1 Korintus. 14:34). Hukum suci itu adalah kehendak-Nya sebagaimana dinyatakan dalam Pentateukh, khususnya dalam kisah penciptaan wanita dan kejatuhannya (lihat khususnya Kej 2:18-25; 3:16). Oleh karena itu, mengajar dimana yaitu Khotbah secara resmi, dan yang berarti melalui pewartaan Sabda dalam ibadat umum adalah untuk menjalankan otoritas sebagai seorang pria, untuk mendominasi pria yang merupakan suatu kesalahan bagi seorang wanita. Dia tidak boleh berperan sebagai seorang pemimpin. Ayat 13-14. Sebagaimana telah diindikasikan, arahan mengenai peran perempuan dalam ibadah publik ini tidak didasarkan pada kondisi atau keadaan sementara dan sesaat tetapi pada dua fakta yang memiliki makna sepanjang masa, yaitu fakta penciptaan dan fakta pintu masuk. dosa. Oleh karena itu, Paulus menulis: Karena Adam dibentuk lebih dulu, kemudian Hawa, Dan bukan Adam yang tertipu, tetapi perempuanlah yang memang tertipu dan jatuh ke dalam pelanggaran.
Dalam dibentuk atau membentuk (lihat. Roma 9:20) pasangan manusia, pertama-tama Allah menciptakan Adam; sesudahnya Hawa. Tidak hanya itu, tapi dia menjadikan Hawa demi Adam, agar menjadi penolongnya (Kejadian 2: 18:25), dan kemuliaannya (1 Korintus 11:7-9). Tidak lengkap satu tanpa yang lain (1 Korintus 11:11). Tetapi dalam kebijaksanaan kedaulatannya, Tuhan menciptakan sepasangan manusia sedemikian rupa sehingga wajar bagi pria untuk memimpin, untuk diikuti oleh wanita; pria untuk menjadi agresif, agar wanita menerima: baginya untuk menciptakan sesuatu, untuk wanita menggunakan alat-alat yang diciptakan pria. Kecenderungan untuk mengikuti tertanam dalam jiwa Hawa saat ia keluar dari tangan Penciptanya. Oleh karena itu, tidaklah tepat untuk menjaga aturan ini sehubungan dengan ibadat umum. Mengapa seorang wanita harus didorong untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kodratnya? Tubuhnya, jauh berbeda dari pendahulunya, Adam dalam urutan penciptaan, dimana dihasilkan dari tubuh Adam. Namanya - Ish-slia - berasal dari nama Adam - Ish (Kejadian. 2:23). Ketika wanita menyadari perbedaan mendasar ini dan bertindak sesuai aturan, maka dia akan menjadi berkat bagi pria, memberikan pengaruh yang murah hati namun sangat kuat dan dermawan kepada pria, dan dapat meningkatkan kebahagiaannya sendiri, bagi kemuliaan Allah. Longfellow benar ketika dia berkata: "Seperti pada haluan tali itu, demikianlah laki-laki adalah perempuan; Meskipun wanita mematahkannya, pria akan mematuhinya, Masing-masing tidak berguna tanpa yang lain" Ditambahkan ke fakta penciptaan ini adalah masuknya dosa. Jatuhnya Hawa terjadi ketika dia mengabaikan posisinya yang ditahbiskan secara ilahi. Alih-alih mengikuti, dia memilih untuk memimpin. Alih-alih tetap tunduk pada Tuhan, dia ingin menjadi "seperti Tuhan". Dia, wanita - bukan Adam - memang (atau sepenuhnya) tertipu atau terpedaya ". Hawa" memang tertipu, "tetapi Adam" tidak tertipu ". Tentu saja, ini tidak dapat diambil secara mutlak. Itu pasti terjadi seperti dalam urutan ini: Adam tidak tertipu dengan cara di mana Hawa tertipu. Lihat Kejadian 3:4-6. Hawa mendengarkan setan langsung; Adam tidak. Hawa telah berbuat dosa sebelum Adam melakukannya. Hawa adalah pemimpin. Adam adalah pengikut. Hawa memimpin ketika dia seharusnya mengikuti; yaitu, dia memimpin di jalan dosa, ketika dia seharusnya mengikuti di jalan kebenaran. Dan karena itu dia jatuh kedalam pelanggaran, melangkah secara fatal dan menyingkir dari jalan kepatuhan. Dan sekarang yang sebelumnya adalah berkat yang tidak tercampur- yaitu, dimana Hawa, berdasarkan ciptaannya, terus-menerus mengikuti Adam - tidak lagi menjadi berkat yang tidak tercampur; untuk sekarang dia yang, dengan contoh dosanya , memilih untuk memimpin Adam yang pada saat itu masih suaminya yang tidak berdosa , harus mematuhi makhluk yang dirancangnya sendiri, yaitu, suaminya yang berdosa.Oleh karena itu, jangan biarkan putri-putrinya mengikuti Hawa mengenai keterbalikan dari tatanan yang telah ditetapkan secara ilahi. Jangan biarkan ada yang mengambil peran yang tidak ditetapkan baginya. Jangan biarkan putri Hawa mengajar, memimpin, ketika pertemuan berkumpul untuk penyembahan. Biarkan dia belajar bukan mengajar, mematuhi bukan memerintah, mengikuti bukan memimpin. Akhir sumber

Marilah kita menyadari bahwa Paulus adalah rasul yang ditunjuk oleh Tuhan dan memiliki otoritas Tuhan (1 Korintus. 14:34). Pertama Adam diciptakan oleh Tuhan, kemudian dari tulang rusuk manusia Adam, Hawa diciptakan. Itu sebabnya wanita harus patuh pada pria. Itu adalah kehendak Tuhan. Wanita tidak boleh ingin menggantikan pria. Seekor ikan diciptakan untuk hidup di air dan bukan di darat. Lalu mati. Seekor burung diciptakan untuk terbang di udara dan bukan di air (sungai atau laut). Wanita harus mengetahui tempatnya dalam urutan penciptaan seperti yang diinginkan Tuhan. Wanita harus diajar dengan damai oleh pria. Seorang wanita yang memimpin sebuah gereja Khotbah di gereja dengan hadirin pria adalah aib yang besar bagi gereja. Itu adalah tugas pria untuk membawa dan MENGAJAR Firman Tuhan. Penjelasan tentang Firman Tuhan, penjelasan teks-teks Alkitab. Bukan khotbah dengan mengedepankan ego Anda sendiri, kesaksian yang luas tentang apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup Anda (disini dibolehkan adanya pengecualian). Wanita mungkin tidak memiliki otoritas atas pria, karena itulah yang diinginkan Tuhan. Mengapa?

Ayat 14 Hawa tergoda oleh Setan, dia tidak menolak setengah dari kebohongan Setan. Pertama-tama dia harus diperingatkan bahwa ada hewan yang berbicara dengannya. Situasi yang baru yang luar biasa. Tuhan telah menjelaskan dengan jelas dalam firman-Nya: kamu tidak boleh makan buah itu. Tapi Setan, si ular, memutarbalikkan kata-kata Tuhan dan mengatakan setengah kebenaran. Wanita itu jatuh oleh karena godaan, dan dia lemah. Wanita itu tidak berkonsultasi dengan suaminya tentang makan atau tidak, dia memilih untuk mengambil keputusan sendiri, dengan demikian mematahkan "menjadi satu". Ia sengaja memilih untuk mengambil keputusan sendiri dan secara mandiri serta tidak lagi tunduk kepada Tuhan dan suaminya. Dia memilih untuk mendengarkan hewan yang lebih rendah dan bukan Penciptanya.
Adam membuat pilihan SADAR antara memakan atau tidak, dia Sadar untuk tidak taat dan dia memakan buah tersebut. Adam sepenuhnya bertanggung jawab atas kejatuhan dosa tersebut. Dia tidak tergoda, dia membuat kesalahan yang disengaja.

Ayat 15 Apa yang berlaku untuk pria berlaku juga untuk wanita. Ketika seseorang menjadi patuh lagi, kembali beriman dan dengan setia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, maka orang tersebut akan menerima kembali roh (Kudus) yang telah dicabut pada saat kejatuhan manusia. Hal yang sama berlaku untuk wanita. Dia harus tetap berada dalam iman, lalu Tuhan akan membuka rahimnya, agar dia melahirkan anak. Karena keduanya menunjukan cinta kepada Tuhan dan menjalani hidup suci.


1 Timotius 3:1-8 Persyaratan bagi Pekerja Tuhan: pastor, tua-tua dan diakonia

Diagram 1Timotius 3Tidak taat kepada Yesus

Ayat 1, pernyataan yang pasti, lihat 1 Timotius 1 ayat 1.
Ayat 1, pernyataan yang pasti, lihat 1 Timotius 1 ayat 1. Jika ada yang berkeinginan untuk menjabat sebagai uskup, dia menginginkan tugas yang mulia. Namun orang tersebut seharusnya menyadari tujuh hal dibawah ini :

  1. DIA (pria, wanita tidak boleh memimpin, lihat pasal sebelumnya) harus sudah dipanggil untuk melakukan hal ini oleh Tuhan Yesus Kristus. Bagaimanapun, Yesus adalah Kepala atas tubuh-Nya.
  2. Serangan setan dan iblis yang mengharapkan untuk menjatuhkan pendeta. Pertimbangkan zinah dan pencurian atas persepuluhan, rumah dan mobil mewah.
  3. Ini haruslah suatu keinginan, karena tugas ini memiliki konsekuensi yang berat bagi kehidupan pribadinya dan membutuhkan pengorbanan (termasuk bagi keluarga dan kerabat terdekat)
  4. Penganiayaan terhadap Yahudi dan/atas kepada bukan orang pada masa kita yang dilakukan oleh pemerintah (seperti di Canada dan Swedia), oleh Muslim, larangan untuk pertemuan doa.
  5. Kontradiksi melalui ajaran sesat(Aborsi diizinkan, pernikahan sesama jenis di ijinkan, hubungan intim sebelum pernikahan diijinkan ). Ajaran sesat merusak arti Firman sebenarnya, Alkitab.
  6. Kontradiksi dari anggota gereja, tua-tua dan diakonia, yang tidakngin untuk mengakui otoritas pendeta.
  7. Diperlukan waktu yang banyak. Atau melajang jika seseorang menerima karunia untuk mengontrol seksual dan tidak memiliki hasrat seksual. Bisa juga hal tersebut memiliki dampak untuk dapat membagi waktu agar orang tersebut bisa menghabiskan waktu untuk istri dan anaknya.

Itulah mengapa ada persyaratan ketat yang ditetapkan oleh Tuhan, yang akan diberikan oleh Paulus dalam ayat-ayat berikut. Adalah tanggung jawab anggota gereja untuk memastikan bahwa kondisi tersebut dimiliki dan dipenuhi oleh kandidat.
Perusahaan memiliki direktur atau pemilik yang mengelola perusahaan, dialah yang bertanggung jawab. Di sebuah perusahaan besar, dia memberikan tugas kepada berbagai kepala bagian, yang masing-masing bertanggung jawab kepada atasan mereka. Di bawah kepala bagian adalah karyawan yang harus melakukan pekerjaan yang ditugaskan dan bertanggung jawab kepada kepala bagian mereka. Apabila pekerjaan komisioner tidak dilaksanakan dengan baik maka perusahaan akan mengalami masalah yang dapat berujung pada berakhirnya perusahaan.
Gereja adalah suatu perusahaan. Gereja kecil hanya memiliki seorang pendeta. Jika gereja bertumbuh akan ada penatua dan diaken. Pendeta (penginjil, misionaris) menerima perintahnya langsung dari Tuhan Yesus Kristus. Yesus adalah Kepala dan Dia membagi masing-masing sesuai dengan tempat-nya sesuai keinginan-Nya. Setiap orang di gereja bertanggung jawab kepada pendeta atau pemimpinnya (penginjil, misionaris). Para penatua dan diaken (atau penginjil di dalam gereja) harus melakukan apa yang diperintahkan oleh pendeta. Jika seseorang tidak setuju dengan keputusannya, dia hanya dapat mengungkapkan keberatannya secara pribadi dengan bantuan teks-teks Alkitab. Jika pendeta tetap pada keputusannya, maka tidak ada pilihan selain meninggalkan gereja. Harus ada ketertiban dan rasa hormat kepada orang yang bertanggung jawab di gereja dan di ladang misi. Jika tidak, gereja menjadi parodi bagi orang luar. Bila ada kejadian dan terbukti melakukan dosa serius (perzinahan, pencurian, dll.), Gereja berhak memberhentikan pendetanya.

Ayat 2-7 Persyaratan yang ditetapkan oleh Tuhan jelas adanya. Orang percaya yang bersangkutan harus memenuhi persyaratan baik DI DALAM anggota jemaat maupun DILUAR kepada orang luar gereja. Persyaratan jabatan uskup, gembala atau tertua adalah:

  • Yang tidak bercacat adalah tanpa cela, tidak dapat disangkal. Lihat Lukas 2:25 dan Ayub 1:8 Musuh dapat memberikan banyak tuduhan, tetapi semua tuduhan ini pasti terbukti salah dan kosong setelah metode penyelidikan yang adil dilakukan.
  • Suami yang beristrikan satu.Ini tidak berarti bahwa jabatan uskup HARUS menikah. Tetapi bagi yang menikah dan yang belum menikah, kehidupan seksual yang sempurna berlaku di mata anggota gereja dan orang luar gereja. Tidak ada perzinahan, tidak ada hubungan seksual sesama jenis, tidak ada pedofilia, tidak ada inses, hubungan seks dengan binatang, dll.
    Inti dari ayat ini adalah moralitas yang tidak dapat dipermasalahkan, seseorang yang benar-benar jujur dan setia kepada istrinya sendiri.
    Suami dari satu istri. Ini tidak mengecualikan pernikahan kembali jika pasangan mati, lihat 1 Tim. 5:14, Rom. 7:3. Dan "menentang" selibat dalam kemunafikan, melarang pernikahan di kemudian hari (saat ini Gereja Katolik), lihat 1 Tim. 1-3.
    Pertanyaannya tetap mengenai kasus perceraian dengan alasan bahwa wanita tersebut telah melakukan perzinahan. Menurut Yesus di Mat. 5:32 dan 19:9, suami bebas menikah lagi jika istrinya berzina dan telah terjadi perceraian resmi (surat cerai). Terserah jemaat dan dalam doa agar anggota jemaat menempatkan pekerja ini setelah menikah kembali sebagai pendeta, penatua, diaken, atau posisi apa pun.
  • Tenang,untuk mengontrol emosi. Jangan biarkan diri Anda terbebani oleh perasaan. Tetaplah dengan pikiran dan akal sehat. Jangan menyerah pada kelimpahan (kemewahan, gaya hidup berlebihan). Hiduplah dengan seimbang, tenang, terkendali, peduli dan bijaksana. Contohnya adalah Ruth, Nehemia, Ezra.
  • Pekaadalah tenang, setara dan seimbang. Tidak dengan mudah terlempar keluar
  • Bermartabat Berperilaku dengan sopan santun. Bertindak baik, benar, rapi, santun dan berkelakuan baik.
  • Ramah:menerima yang dikenal atau orang asing. Siapkan juga makanan pada saat-saat yang tidak menyenangkan. Contohnya Abraham dan Nahor yang memerintahkan untuk menyiapkan makan. Tetapi itu tidak terbatas pada karakter dari rumah Anda sendiri. Keramahan di sini terus berlanjut. Menyediakan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan pendidikan untuk para janda, yatim piatu dan anak-anak di negara sedang berkembang (melalui misi yang ditujukan untuk tujuan ini)
  • Guru yang tepat.. Telah menerima karunia seorang pengajar (1 Korintus 12:28) dari Roh Kudus. Tanpa karunia ini, tidak mungkin menjadi seorang pendeta. Pendeta mana yang tidak memiliki karunia ini dapat menjelaskan Alkitab sesuai dengan keinginan Roh Kudus. Pendeta atau pemimpin studi Alkitab harus bisa mengajar Alkitab. Pengajaran harus dilakukan dengan sabar dan memiliki kepekaan ketika anggota gereja tidak memahaminya dengan cepat. Yesus sering menggunakan perumpamaan dalam pengajaran-Nya. Mengajar berarti mampu membandingkan hal-hal dari Alkitab dengan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari. Mengajar berarti memiliki pengetahuan Alkitab yang baik sehingga Anda dapat menjelaskan kata-kata dalam konteksnya melalui acuan dari Alkitab. Sehingga Anda bisa memberi contoh dari Alkitab.
  • Bukan Pemabuk. Penyalahgunaan minuman beralkohol. Mabuk. Itu tidak mengecualikan minum dengan kadar yang sedikit. Paulus menasihati Timotius untuk tidak lagi hanya minum alcohol namun hanya air, tetapi gunakan sedikit anggur untuk kesehatan perutnya dan penyakitnya yang sering kambuh, 1 Timotius 5:23. Tapi lakukan ini tanpa menyakiti rekan seiman. Paling baik tidak di depan umum, tapi secukupnya di rumah Anda sendiri. Jika Anda sama sekali tidak ingin menggunakan alkohol, itu bagus.
  • Tidak bersikap kasar: cepat marah dan geram.Hanya karena hal yang kecil jadi marah. Tanpa pengendalian diri
  • Lembut: bijaksana, baik hati,berani, sopan santun. Menerima tamu dengan baik hati. Ramah terhadap orang lain, meskipun anda sendiri sedang berada dalam keadaan yang sulit.
  • Tidak suka bertengkar:janganlah dengan mudah bertengkar. Keinginan untuk membicarakan suatu masalah secara diplomatik. Kesabaran untuk membicarakan suatu perbedaan pendapat. Tidak mendahulukan hakmu. Tidak dengan gegabah melakukan perdebatan hukum.
  • Jangan menjadi hmaba uang: Jangan mengharapkan untuk mengumpulkan kekayaan yang besar. Hidup dalam kemewahan. Bersiap untuk memenuhi kebutuhan dan berbagi uang (tanpa menjatuhkan diri sendiri kedalam suatu masalah). Mendengarkan apa yang Roh Kudus tempatkan di hati Anda. Gunakan akal sehat, karena setan adalah penipu yang licik dan cerdas. Jangan mendengarkan tentang untuk memberikan properti jika sebuah gereja berjanji bahwa Tuhan (Maleakhi) akan dengan berlimpah memberkati Anda dan Anda akan menerima kembali kelipatannya, JADILAH PEKA dan TELITI. /li>
  • Dia harus mampu mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik. Bagaimana bisa seorang pria yang tidak memiliki kendali atas uangnya, yang tidak dapat mengurus istri dan anak-anaknya secara finansial, dapat mengurus gereja? Gereja adalah tanggung jawab besar: sewa atau hipotek gedung, gas, energi, air, dan tagihan telepon harus dibayar tepat waktu. Gaji pendeta, calon penatua, diaken (yang memiliki posisi penuh waktu atau paruh waktu), penginjil, misionaris. Pajak dan tunjangan sosial. Semua biaya yang berkaitan dengan fungsi yang benar, biaya pembersihan, material, hak cipta, pengatur suara, pemeliharaan, asuransi, dll. Seperti yang telah tertulis, ini adalah perusahaan. Tanpa adanya manajemen perusahaan yang baik, perusahaan akan hancur dan gagal. Jika pria tersebut sudah tidak mampu melakukan semua hal ini dalam keluarganya sendiri, apalagi melakukannya di gereja (seorang laki-laki dapat memiliki pekerjaan tetap, namun gereja memiliki persepuluhan dan persembahan yang bervariasi). Tindakan-tindakan lainnya berlanjut sebagai berikut
  • Menjaga anak-anaknya tetap taat dan hormat dalam segala hal. Jika pria tersebut tidak tahu bagaimana caranya menghukum anak-anaknya, lalu bagaimana bisa dia menghukum seorang anggota gereja. Menghukum bukanlah memukuli anak-anak. Yaitu adalah melakukan percakapan dengan anak-anak dan membantu mereka memahami mengapa dan bagaimana suatu hal adalah salah / berdosa. Ini adalah rasa hormat anak-anaknya terhadap ayah dan ibunya. Anak-anak harus dibesarkan dalam iman Kristen dan mempraktikkan nilai-nilai dan norma-norma Kristen. Telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi pada masa remaja atau dewasa dan dibaptis. Jika hal ini hilang, bagaimana kita bisa mengharapkan hasil ini di gereja? Kasih anak itulah yang membuat mereka taat. Kasih kepada Kristus dari anggota gereja itulah yang membuat mereka taat kepada Tuhan Yesus Kristus dan bimbingan Roh Kudus.
  • Dia tidak boleh baru saja bertobat. Mengapa? Karena seseorang yang baru bertobat tidak memiliki pengetahuan Alkitab yang cukup, tidak dapat memberikan pendidikan Alkitab, atau studi Alkitab. Karena kekurangan akan hal ini, maka dia tidak dapat melawan setan dan iblis. Seseorang yang baru bertobat harus terlebih dahulu terbukti sepenuhnya telah meninggalkan kehidupan duniawinya. Pertama, semua dosa masa lalu harus diakui. Hanya oleh orang percaya dewasa, buah Roh Kudus (Galatia 5:22, Yakobus 3:17-18) akan terlihat dan mampu menjadi diaken, penatua, pendeta, dan jabatan lain di dalam gereja. Pertama, rasul Paulus menerima pendidikan selama tiga tahun melalui Kristus Yesus Sendiri sebelum Paulus memperkenalkan dirinya kepada rasul-rasul lainnya dan mereka mengizinkan dia untuk memulai misi (perjalanan) dengan izin mereka
  • Selain itu dia harus dihargai oleh ORANG LUAR:Mengapa? Orang di luar, anggota jemaah dan orang-orang tidak percaya, haruslah tidak dapat menunjuk kesalahan seorang pekerja gereja dalam kesehari-hariannya. Orang luar sering kali mengetahui lebih banyak tentang kehidupan pekerja gereja daripada anggota gereja itu sendiri. Hal ini sebagian disebabkan oleh kontak pekerja gereja dengan orang luar yang tidak percaya (penginjilan, kontaknya dengan pejabat kota, hakim, pengacara, pejabat sosial). Kornelius meskipun "orang kafir" terkenal di kalangan orang Yahudi (Kisah para rasul 10:22).

Selanjutnya syarat-syarat dijelaskan dalam Titus 1:7

  • Tidak bertemperamen yang cepat marah..Cepat marah, gampang tersinggung, gampang marah, tidak bisa menahan diri. Ini adalah suatu logika dimana seorang kandidat yang cepat marah tidaklah cocok untuk memegang jabatan di gereja. Tugas ini memerlukan seseorang yang sabar, yang tahu bagaimana untuk mengendalikan dirinya dan bagaimana bereaksi dengan kasih pada saat mengalami serangan. Seseorang dimana saat dosa yang serius terdeteksi, akan mulai untuk berbicara dengan sabar dan lembut kepada orang tersebut dan menawarkan pertolongan.
  • Serakah demi keuntungan.Kandidat harus terkenal atas pekerjaannya yang adil. Membayar pajak dengan jujur. Ketika meminjamkan uang, tuntutannya lebih kecil daripada bunga bank, hanya untuk mengkompensasi inflasi. Penjual dalam bait Allah dan penukar uang memanfaatkan para pendosa untuk menjual hewan kurban menghasilkan riba dan menukar uang dengan sikkel.
  • Tuan atas dirinya sendiri: tenang dan bisa berkonsultasi, seseorang yang tidak menghambur-hamburkan uang. Seorang kandidat harus bisa menunjukkan bahwa dia pintar mengatur uang. Melihat di mana dia membayar harga terbaik untuk suatu pembelian. Bukan orang yang melakukan pembelian dengan kartu kredit. Jangan membeli di toko pertama, tapi lakukan perbandingan tentang perbedaan harga / kualitas. Dengan cara ini gereja dapat memastikan bahwa persepuluhan dan pemberian digunakan dengan bijaksana.
  • Jujur: seseorang yang adil dan benar. Memberikan hukuman sebanding dengan kejahatan yang dilakukan. Pemotongan tangan atas pencurian kecil tidaklah sebanding. Seperti halnya pelaku pemerkosaan berkala, hukuman tiga tahun atau layanan masyarakat tidaklah sebanding dengan kejahatan yang dilakukannya. Seorang pembunuh berantai dengan adil menerima hukuman mati.
    Pemberian yang merata dan benar di masyarakat. Ada yang merasa adalah adil dimana orang-orang yang tidak bisa membantu diri mereka di tangani oleh pemerintah. Yang lain menganggap ini sangat tidak adil, karena seseorang harus memberikan sebagian dari pendapatannya kepada orang lain, dimana menurut orang-orang ini hal tersebut sama dengan pencurian. Alkitab berkata dalam 2 Tesalonika 3:10 "jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.". Memang benar adanya membantu orang miskin, TAPI ini harus bersifat sementara agar orang tersebut bisa menghidupi dirinya sendiri dalam waktu tiga tahun. Dukungan permanen selama sisa hidup dikecualikan (tetapi tidak berlaku jika seseorang tidak dapat bekerja karena kecacatan).
  • Kudus: religius dalam berpendapat dan cara hidup, polos, tidak licik dan bertipu daya. Pergi ke gereja dua kali pada hari Minggu dan hidup secara duniawi selama seminggu adalah tanda dari perilaku suci yang negatif. Kudus adalah penampilan luar dari kehidupan religius saat orang Farisi berdoa di sudut-sudut jalan. Di sini kata suci digunakan dalam arti yang positif, yaitu memiliki hubungan yang hidup dengan Tuhan Yesus Kristus dan Allah Bapa. Kehidupan doa yang kaya, studi Alkitab yang kaya, pemeriksaan Alkitab dan mempraktikkannya.
  • Pengendalian diri:ederhana, tenang, suci. Pakaian yang sederhana dikenakan selama pemakaman. Seorang pendeta mengenakan pakaian sederhana selama khotbah gereja dan tidak tampil dengan jeans atau celana pendek. Seorang pendeta di Perjanjian Lama mengenakan pakaian khusus yang didedikasikan untuk Tuhan. Seorang kandidat menjalani hidup yang sederhana, tidak berlebihan. Tidak terlampau kehidupan mewah, rumah mewah atau mobil mewah. Tanpa pergi ke taman rekreasi yang mahal bersama keluarganya setiap minggu. Tidak harus makan berlebihan (junk food) dan berperut buncit. Berapa banyak orang miskin yang ada di negara mereka sendiri atau di negara sedang berkembang. Perut yang besar menandakan keegoisan dan orang yang tidak peduli dengan orang lain
  • Harus berpegang teguh pada perkataan yang pasti seperti yang diajarkan, sehingga dia dapat memberikan petunjuk dalam ajaran yang benar dan juga dapat meragukan mereka yang menentangnya. Seorang kandidat harus membuktikan bahwa dia menganut nilai-nilai dan norma-norma Alkitab. Bahwa dia menghormati 10 Perintah dan hidup di bawah kendali Roh Kudus. Buah Roh (Galatia 5:22 dan Yakobus 3:17-18) harus terlihat jelas dalam hidupnya.
    Seorang kandidat yang tidak tahu bagaimana menegur dalam kasih tidaklah cocok. Orang berdosa yang tidak taat harus mendengarkan nasihat dan bertobat dari cara yang berdosa.
    Seorang kandidat harus membaca Alkitab setiap tahun dari Kejadian hingga Wahyu untuk dapat menyangkal kesalahan Alkitab.

Sejauh ini, untuk melengkapinya, saya ingin menambahkan ketentuan yang disebutkan di Timotius ini dengan wawasan pribadi saya.

  • Kasih 1 Korintus 13:1Orang yang ingin bekerja dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus harus mencintai musuhnya. Hal tersebut bukan untuk mendapatkan kehormatan atau pujian (seperti orang Farisi dan ahli Taurat) atau untuk kekayaan. Pekerjaan dalam sidang jemaat adalah berat, apalagi jika suatu tindakan disiplin diperlukan, dibutuhkan banyak kasih. Ini harus menjadi suatu panggilan dan dilakukan dengan kasih.
  • Rasa bertanggung jawab Ibrani 13:17. Pengurus gereja bertanggung jawab kepada Tuhan. Dia harus mengawasi apa yang terjadi di gereja dan dia harus bertanggung jawab kepada Tuhan. Mengatur gereja bukanlah tugas yang ringan. Tidak dapat mengalihkan tanggung jawab kepada anggota gereja secara individu. Itulah mengapa ketaatan harus dipegang oleh pendeta, penatua, diaken, dimana anggota jemaat harus mematuhinya. Jika seseorang tidak ingin mematuhinya, lebih baik menunjuk orang lain.
  • Pendoa.Paulus berdoa siang dan malam untuk semua gereja. Mengapa? Karena adanya serangan kuasa kegelapan untuk membawa ajaran palsu ke dalam gereja. Karena pertumbuhan anggota gereja dari susu ke makanan keras, lihat Ibrani 5:11-14. Berdoa untuk anggota yang sakit, masalah yang dimiliki anggota gereja dalam kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, seorang kandidat harus memiliki kehidupan doa harian setidaknya satu jam sehari. Dan mampu memimpin pertemuan doa.
  • Pemimpin.Pendeta harus bisa memimpin gereja. Berinisiatif untuk penginjilan, proyek sosial, bazaar, dll. Gereja harus aktif dan tidak pasif. Gereja tidak akan menjadi tempat (membosankan) hanya pada hari Minggu, tetapi menjadi perusahaan yang hidup selama minggu itu. Sebagai kapten yang terampil, dia harus mengarahkan kapal, yang penuh dengan anggota yang hidup ke Surga.
  • Kemampuan untuk mendengarkan.Seorang kandidat harus menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan dan memahami saat seseorang memiliki masalah. Karena tidaklah membantu ketika seorang kandidat membahas ayat-ayat Alkitab yang indah dan dalam berbagai bahasa namun tidak membiarkan orang yang membutuhkan untuk berbicara. Mendengarkan dan juga menyediakan pada saat dibutuhkan. Misalnya seorang ibu tunggal yang membutuhkan bantuan sosial atau bingkisan makanan, atau obat-obatan untuk anaknya yang sakit. Memberikan bantuan dalam kasus anak-anak yang ketergantungan. Mendengarkan adalah keterampilan dasar seorang kandidat dan menjawab dengan kata-kata bijak dan dengan memberikan bantuan nyata.

Ayat 8-13 Kata diakonia berasal dari bahasa Yunani diakonein yang berarti MELAYANI. Oleh karena itu, diaken adalah orang percaya yang melayani orang lain. Baik pria maupun wanita (lihat 1 Timotius 5:15, Kisah para rasul 9:36, 16:14-15) dapat melakukan tugas ini. Karena pertumbuhan gereja pertama, 12 rasul menjadi sangat sibuk sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk mengkhotbahkan Injil. Itulah mengapa diaken ditunjuk untuk mengurus pekerjaan sosial dengan merawat orang miskin, seperti janda dan yatim piatu. Tugas mereka adalah mengumpulkan dana untuk orang miskin, mendistribusikannya kepada yang membutuhkan, mengurus makan bersama dan perjamuan suci, menjelaskan Injil, mengumpulkan persepuluhan dan sumbangan.
Persyaratan untuk diakonia:

  1. Tidak berlidah dua Berkata Ya berarti Ya dan tidak berarti Tidak. Diakon tidak mengatakan satu hal kepada satu orang dan berbicara sesuatu yang lain kepada yang lain. Penjelasannya selalu sama. Perilaku tersebut konsisten dengan kata-kata yang diucapkan.
  2. Tidak kecanduan anggur yang banyak, lihat ayat 3.
  3. Tidak serakah atas keuntungan 1 Petrus 5:2-3 menggembalakan kawanan domba Tuhan adalah tanggung jawab Anda, bukan dengan paksaan tetapi dengan sukarela, bukan demi keuntungan yang memalukan tetapi dengan bersemangat, tidak mendominasi mereka berada dibawah tanggung jawab Anda tetapi menjadi teladan bagi kawanan domba. Tugas itu haruslah suatu panggilan, bukan untuk menjadikan (secara finansial) dirinya lebih baik atau demi mendapatkan kemewahan. Persepuluhan dan pemberian, pengumpulan untuk proyek-proyek harus dilakukan dengan hati yang tulus dan digunakan tanpa batasan untuk pekerjaan Tuhan Yesus Kristus. Murid Yudas adalah contoh yang buruk, dia tidak terpandang dan dia adalah seorang pencuri. Seperti Simon (Kisah para rasul 8:9-24), yang merupakan contoh buruk lainnya.
  4. Misteri keimanan dengan hati nurani yang bersih. Misteri kebebasan dari dosa melalui iman kepada Yesus dan memperoleh hidup kekal, berlaku baik untuk orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Berikan penjelas atas hal ini dengan semua kebenaran tanpa interpretasi apa pun dan ajaran palsu yang ditambah-tambahin (seperti ahli Taurat dan Farisi). Sepenuhnya didasarkan pada Injil seperti dalam Perjanjian Lama dan diterima oleh 12 rasul Yesus.
  5. Di uji:perilaku seorang kandidat harus sudah dibuktikan dalam praktiknya sebelum dia dilantik. Lihat Kisah Para Rasul 6:3 orang yang terkenal, penuh dengan Roh dan kebijaksanaan. Mereka telah membuktikan diri dengan kerja nyata yaitu dengan tindakan mereka. Itu berarti bahwa seorang diaken tidak mendapatkan masa percobaan terlebih dahulu, TIDAK, dia telah diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari atas tingkah lakunya dan oleh karena itu dia menerima perjanjian.
  6. Tak berceladimana seseorang tidak ada suatu kritik apapun yang dapat dipertimbangkan, karena dia selalu berpakaian tanpa cela (tidak ada jeans robek, tidak ada celana pendek atau rok mini di gereja, pakaian yang menarik perhatian di gereja), memperhatikan dengan seksama atau penuh perhatian, tidak ada perilaku yang (tidak) orang percaya dapat memberikan komentar. Perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma Alkitab.
  7. Para istri ( suami) sama halnya harus serius, tidak ada fitnah,tidak temperamen dan setia dalam segala hal.Jelas bahwa seorang wanita (pria) yang menyepelekan pasangannya tidak ada gunanya bagi gereja. Tidak boleh merusak reputasi anggota gereja, atau gosip. Harus sadar dan melihat segala sesuatu dalam konteksnya. Perlu dikenal oleh karena kehandalannya dan untuk dapat menjaga rahasia apa yang telah diceritakan secara pribadi.
  8. Menjadi suami bagi satu wanita ( istri bagi 1 suami) lihat ayat 2.
  9. Biarkan mereka mengatur anak-anak dan rumah tangga mereka dengan baik; lihat ayat 4-5.
  10. Dipenuhi oleh Roh Kudus dan kebijakan (Kisah Para Rasul 6:3) Tanpa dipenuhi oleh Roh Kudus dan hikmat yang diberikan Roh Kudus, mustahil baginya untuk memenuhi tugas ini. Karena tugas ini membutuhkan banyak kesabaran dan kasih untuk sesama manusia. Roh Kudus memberikan banyak keberanian (ayat 13) untuk Mengkhotbahkan Injil.

Ayat 13 adalah yang telah melakukan pelayanan yang BAIK. Anda tidak dapat melakukan tugas ini dengan benar tanpa panggilan. Ada janji yang diberikan kepada diaken yang melakukan tugas dengan baik: mereka mendapatkan tempat terhormat (di Surga). Ingatlah bahwa itu adalah tugas diaken untuk MELAYANI, bukan mengelola seperti para tetua (proyek gereja, pendidikan keuangan, bantuan untuk masalah rumah tangga, pernikahan, bantuan psikologis).

Ayat 14-15 Paulus menulis instruksi ini kepada Timotius karena dia berharap agar dia segera datang, tetapi dugaannya adalah bahwa akan membutuhkan waktu sejenak hingga dia tiba. Timotius seharusnya tidak menunggu untuk melaksanakan instruksi ini sampai kedatangan Paulus, karena dia telah ditunjuk oleh Paulus, dan dengan instruksi ini dia memiliki semua otoritas.
Gereja Tuhan adalah rumah Tuhan. Harus ada ketertiban dan aturan. Kondisi siapa yang bisa mengabdi sebagai hamba Tuhan. Fondasinya adalah kapasitas bangunannya (bait suci, gereja, pemimpin gereja). Tiang-tiang (tiang-tiang) didirikan di atasnya, menanggung beban berat atap yang adalah anggota gereja. Fondasinya adalah Kristus, Firman Kebenaran (1 Korintus 3:10-23).

Ayat 16 Rahasia agama kita adalah kepala gereja: Tuhan Yesus Kristus. Bagi Dialah segala kemuliaan dan kehormatan.
Dia dimanifestasikan dalam daging. Yesus telah meninggalkan tempatnya di Surga dan lahir dari perawan Maria tanpa dosa sebagai seorang anak manusia. Tuhan Yesus telah menyatakan diri-Nya dalam kedagingan manusia.
Dibenarkan dalam Roh. Meskipun para ahli Taurat dan orang Farisi menolak Yesus, Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati setelah Yesus dibaptis di sungai Yordan. Suara dari surga terdengar: "Engkaulah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan." Kebangkitan dari antara orang mati sepenuhnya membuktikan Anak Allah Bapa. Bukti bahwa ahli Yahudi itu salah.
Dilihat oleh malaikat. Para malaikat telah mengumumkan kelahiran Yesus kepada para gembala di padang. Para malaikat melayani Yesus setelah godaan setan. Seorang malaikat muncul di Taman Getsemani untuk membantu Dia. Para malaikat ingin melihat kejadian Yesus (1 Petrus 1:12).
Berkhotbah di antara bangsa-bangsa. Keselamatan orang berdosa tidak lagi terbatas pada orang Yahudi dan Israel, pesan pengampunan dosa berlaku untuk semua orang, Yahudi, Israel dan bukan Yahudi. Misi yang diberikan oleh Yesus adalah memberitakan Injil ke seluruh penjuru dunia.
Dipercaya di dunia. Melalui proklamasi 12 rasul, penerus mereka, proklamasi terkini terjadi melalui televisi dan Internet, Injil tersedia di seluruh dunia dan dipercaya.
Diangkat dalam kemuliaan. Kesimpulan di atas adalah kembalinya, setelah kebangkitan dari kematian, ke rumah asal Yesus, Surga. Sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
Biarlah Timotius menyadari semua ini dalam tugas panggilannya, yang akan dijelaskan di pasal berikutnya.


Tugas bagi pekerja Tuhan, tugas bagi Timotius, hati-hati terhadap kemurtadan dari iman- 1 Timotius 4

Ayat 1-2 Pasal ini tentang kemurtadan, peringatan yang secara tegas diberikan oleh Roh Kudus kepada Paulus. Di kemudian hari, ditunjukan dengan jelas kepada waktu kita saat ini. Kehilangan iman yang benar: tidak menjaga nilai-nilai dan norma-norma Kristiani, kebebasan pernikahan sesama jenis, tato, seks sebelum menikah, berbaur dengan spiritualisme. Semuanya terinspirasi oleh roh sesat dan roh jahat (setan dan iblis). Roh sesat yang memberikan nubuatan palsu di dalam gereja, memberikan interpretasi yang salah atas tulisan-tulisan Alkitab. Roh sesat, yang menyatakan bahwa Yesus bukan Anak Allah, tidak pernah datang dalam daging. Bahwa semua agama memiliki Tuhan yang sama. Merusak Penciptaan Tuhan dengan penjelasan melalui Big Bang dan teori evolusi. Kemunafikan pengkhotbah kebohongan. Setan berbicara dengan setengah kebenaran kepada Hawa, tetapi setan tahu sepenuhnya apa yang ia maksudkan: membiarkan manusia memakan buah terlarang dan menyebabkan kematian dari makhluk Tuhan. Setan berbicara kepada Hawa untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi "setara dengan Tuhan", suatu godaan bagi Hawa. Sedangkan tujuannya adalah untuk menghancurkan manusia. Godaan pada saat ini adalah bahwa seseorang akan diberkati Tuhan dengan memberikan persepuluhan dalam jumlah besar dan dimana Tuhan akan memberkati dengan berlimpah. Ini adalah godaan setan, manusia memiliki kekayaannya sendiri dalam pikirannya. Tidak peduli dengan sepenuh hati untuk pembangunan Kerajaan Tuhan, tapi memikirkan kesejahteraannya sendiri. Hasilnya adalah Tuhan tidak memberkati dan orang percaya yang egois masuk ke dalam masalah (besar), kelaparan dan kehausan dalam kemiskinan. Hasilnya adalah orang percaya menyalahkan Tuhan karena tidak memberkati dan karena orang percaya murtad dari iman dan melihat lebih jauh ke dalam dunia. Dan setan telah mencapai tujuannya sehingga orang percaya kehilangan iman. Disisi lain, kita melihat orang Kristen kaya hidup di dunia dengan rumah mewah, mobil mewah, pesta bebas dan kebebasan dalam seks. Tidak menunjukkan kehidupan sebagai seorang Kristen. Mereka juga terjebak dalam perangkap setan dan mereka tersesat.

Ayat 3 Kita melihat larangan pernikahan tercermin dalam Gereja Katolik yang melarang pernikahan bagi para pendeta dan uskup. Hasilnya adalah pelecehan seksual terhadap anak-anak dan hubungan seks rahasia dengan sesama jenis. Semua adalah tipu daya dan tindakan setan yang melawan Tuhan.
Kita dapat menganggap kenikmatan makanan sebagai kehidupan vegetarian. Tuhan telah menciptakan semua makanan untuk digunakan dengan penuh rasa SYUKUR. Berapa banyak orang percaya yang lupa berterima kasih kepada Tuhan atas makanan dan minuman mereka. Namun hal sebaliknya juga berlaku, penggunaan makanan yang melimpah, yang berujung pada penyakit. Penggunaan minuman yang melimpah yang menyebabkan keracunan. Hal ini juga tanggung jawab orang beriman. Tuhan telah memberikan akal sehat kepada orang percaya dan tidak boleh disesatkan oleh setan untuk makan dan minum dalam jumlah banyak, karena dikatakan di sini: "dengan pengucapan syukur."
Ini juga mengacu pada penekanan atas puasa akan kelimpahan (pantang makanan). Di beberapa gereja, berpuasa dianjurkan untuk hal-hal terkecil. Tujuan puasa adalah untuk mendapatkan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Hal ini tidak dicapai melalui puasa bulanan atau puasa 40 hari untukmendapatkan hal-hal tertentu dari Tuhan.
Menerima dengan pengucapan syukur oleh mereka yang percaya dan mengetahui kebenaran. Orang percaya mengakui bahwa pernikahan ditetapkan oleh Tuhan. Ia mengakui bahwa hubungan seksual pertama hanya dilakukan setelah menikah. Ia mengakui bahwa hubungan seksual ditetapkan oleh Tuhan dan menggunakannya dengan ucapan syukur dalam pernikahan dengan pasangannya sendiri. Dia menyadari bahwa Tuhan menciptakan bumi dengan semua hewan, burung dan ikan, tanaman dan buah-buahan yang hidup. Beberapa di antaranya berfungsi sebagai makanan bagi manusia.

Ayat 4 Karena segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik, dan tidak ada yang ditolak. Hutan dan rimba menyediakan oksigen. Bulan menyediakan pasang surut dan banjir, sehingga oksigen masuk ke air, jadi ada kehidupan di laut dan samudera. Awan memberi hujan sehingga tanaman menghasilkan gandum dan biji-bijian, pohon bereproduksi. Burung-burung terbang dengan anggun di langit. Semua ini demi kebahagian dan kesejahteraan manusia. Namun, manusia tidak bersyukur, merusak hutan mengakibatkan kekurangan oksigen, ozon, badai dahsyat yang terjadi dengan lebih sering. Manusia menghancurkan sumber makanannya sehingga ada polusi lingkungan dan kelaparan yang hebat. Manusia menolak Tuhan, Penciptanya, dan tidak lagi menggunakan ucapan syukur untuk segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta.

Ayat 5 Orang percaya harus makan dan minum dengan ucapan syukur dan doa.Karena itu demi kebaikan orang percaya. Tanpa ucapan syukur dan doa yang datang dari Tuhan, orang percaya hampir tidak bisa berharap bahwa dia akan diberkati di dalam hidupnya.

Ayat 6 Adalah tugas Timotius untuk mengajarkan hal-hal di atas kepada jemaat dan memperingatkan jika mereka tidak mencamkan pesan ini. Betapa sedikit hal ini sekarang diajarkan di gereja-gereja. Betapa sedikit Firman Tuhan Diberitakan dan dijelaskan dengan peringatan di gereja-gereja. Dimana hal tersebut adalah khotbah dan kesaksian yang lebih dangkal daripada kehidupan Kristen yang Dikhotbahkan. Tuntutan apa yang dimiliki Tuhan bagi orang Kristen? Paulus mendesak Timotius untuk berkhotbah di gereja dengan kata-kata iman dan doktrin yang baik. Doktrin yang baik adalah penafsiran yang benar dari Perjanjian Lama (Perjanjian Baru belum ada) dan hari ini Injil dan Perjanjian Baru dengan semua norma kehidupan Kristen. Kehidupan di bawah kendali Roh Kudus, yang merupakan kuasa untuk mematuhi perintah-perintah Tuhan. Peringatan di gereja-gereja terhadap yoga (dan kesalahan tentang melakukan yoga di gereja), menentang tato, melawan ajaran-ajaran sesat. Doa di gereja agar pemerintah dan pengadilan menghormati perintah dan hukum Allah. Kesalahan melawan komunisme dan sosialisme. Lihatlah Putin, presiden yang miskin menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan memotong dana pensiun sehingga banyak orang Rusia yang hidup sengsara dan miskin. Lihatlah Kuba dan Venezuela. Yang juga adalah ajaran yang salah.
Doktrin yang baik: Timotius hanya bisa menjadi pendeta dan guru yang baik dalam Firman Tuhan jika dia berdoa setiap hari dan mempelajari Firman Tuhan. Jika dia mengabaikan doa dan belajar, dia membuka dirinya pada ajaran sesat. Dia harus memastikan pemenuhan setiap hari dengan Roh Kudus. Dia harus mengikuti ajaran Paulus, yang telah dia terima dan tambahannya melalui pengajaran surat-surat Paulus kepada gereja-gereja dan kepada Timotius secara pribadi.

Ayat 7-8 Ada banyak takhayul (dongen/mitos tak bertuhan yang konyol) dalam kehidupan sehari-hari. Paulus meminta Timotius untuk menghukum gereja secara terbuka. Lihat pasal 5.
Latih diri Anda dalam kesalehan. Mungkin yang dimaksud Paulus dapat diumpamakan di gimnasium, tempat dimana para atlet muda berlatih olahraga seperti lari dan gulat. Sebuah pelatihan mengenai penggunaan makanan yang benar, latihan otot dan untuk mendapatkan mahkota, lihat Prajurit yang baik bagi Yesus. Demikian pula, ia harus melatih dirinya melalui doa dan pembelajaran Firman Tuhan setiap hari agar dapat berkhotbah dengan benar, mampu menahan ajaran sesat, tahan tipu muslihat setan, memperingatkan terhadap doktrin yang salah di gereja. Pelatihan tubuh tidak banyak gunanya, karena tubuh manusia mati dan hanya memberikan hasil kesehatan, kekuatan, dan kecantikan luar yang bersifat sementara. Penglatihan dari dalam adalah kehidupan spiritual (kesalehan) memiliki nilai-nilai yang kekal, yang mengandung makna janji pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Oleh karena itu latih (perhatikan ini adalah latihan harian berjam-jam) diri Anda sendiri dalam:

  1. Kasih karunia Tuhan dan kuasa melalui Roh Kudus
  2. Segala sesuatu yang menghalangi latihan harus dibuang oleh atlet. Makanan yang sehat memberikan kekuatan dan daya tahan tubuh. Dia menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat. Demikianlah harusnya ini juga dilakukan dalam kehidupan Kristiani, dimana kita seharusnya melepaskan semua dosa dalam kehidupan kita. Tidak mengambil bagian dalam hal-hal duniawi yang berkelimpahan, pornografi, menonton kekerasan dan hal-hal seksual dalam televisi atau di internet. Segala hal yang menghalangi kedewasaan rohani haruslah dibersihkan dari kehidupan seorang yang beriman. dan minuman yang melimpah dan tidak sehat. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan orang percaya lainnya. Mempraktikkan dan menampilkan nilai-nilai dan norma Kristen setiap hari.
  3. Pelatihan bertujuan untuk mendapatkan juara pertama, karangan bunga kehormatan. Misalnya, kehidupan orang percaya harus diarahkan untuk memperoleh emas, perak, dan batu berharga bagi Kristus, lihat Membangun di atas fondasi Yesus. Jangan puas dengan tempat kedua atau terakhir, sehingga kehidupan spiritual Anda berubah menjadi jerami dan rumput kering yang terbakar ketika Anda muncul di hadapan takhta pengadilan Kristus.

Ayat 9-10 "Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya," yang diberikan oleh Yesus Kristus sendiri. Dia adalah Pencipta segala sesuatu yang hidup di bumi. Dia mati karena dosa manusia yang ingin percaya. Dia adalah Satu-satunya jalan to menuju kehidupan kekal di surga. Khotbah ini patut mendapat perhatian dan upaya untuk dipelajari. Firman ini memberikan penghiburan dan alasan untuk berjuang. Ini berlaku khususnya bagi orang percaya jika dia ingin menjalani hidup demi kehormatan dan kemuliaan Tuhan.
Yang adalah Juruselamat semua orang. Ini dijelaskan agar tidak ada seorangpunyang akan pergi ke lautan api. Yang adalah kontradiksi dari seluruh ajaran Alkitab. Ya, Yesus adalah Juruselamat semua orang, tetapi seorang individu HARUS menerima tawaran penebusan Tuhan. Ketika seseorang telah menerima denda dan orang lain bersedia membayar denda itu, pelaku harus menerima tawaran ini. Jika tidak, pembayaran tetap menjadi tanggung jawab pelanggar. Jika manusia menolak tawaran Tuhan bahwa Yesus mati untuk dosa Anda, hukuman atas dosa tetap ada pada orang itu. Setiap orang secara pribadi bertanggung jawab atas hal itu!
Semua orang Israel di selamatkan dari Mesir. Tapi banyak yang sudah mati di gurun karena pemberontakan mereka. Hanya Yosua dan Kaleb yang memasuki tanah perjanjian, sisanya tinggal di padang gurun selama 40 tahun dan mati karena ketidakpercayaan mereka dan penolakan untuk percaya pada kuasa Tuhan.

Ayat 11" Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu." Ini bukanlah pesan tanpa komitmen yang diberitakan oleh pendeta atau penatua (presbiter). Ini adalah PERINTAH. Menerima PERINTAH untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat atas dosa. PERINTAH untuk menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan hidup di bawah kendali Roh Kudus. Bukan untuk mendukakan dan memadamkan Roh Kudus. PERINTAH untuk tidak hidup secara duniawi tetapi meninggalkan kehidupan duniawi. PERINTAH untuk melatih pengetahuan Alkitab. PERINTAH untuk mempelajari Firman Tuhan dan berdoa setiap hari. PERINTAH untuk berlatih selama beberapa jam sehari. PERINTAH untuk hidup secara rohani. PERINTAH untuk mewartakan KEBENARAN dan menghukum setiap ajaran palsu. PERINTAH untuk Mengkhotbahkan Injil. PERINTAH untuk beramal dan mengasihi sesama seperti diri Anda sendiri.

Ayat 12, Diduga bahwa Timotius menjadi percaya selama perjalanan misionaris pertama Paulus (anno 51) pada usia 22-27 tahun. Dia harus bertumbuh menjadi dewasa dalam iman, sebelumnya dia tidak bisa ditunjuk. Surat ini ditulis sekitar 63, membuatnya berusia sekitar 34-39 tahun, seorang pemuda pada saat itu. Paulus meminta Timotius untuk tidak membiarkan siapa pun membencinya karena usianya yang masih muda. Bagaimanapun, dia ditunjuk oleh tua-tua Tuhan dan oleh Paulus sendiri sebagai wakil dan pendeta Tuhan. Pemuda dan orang tua harus menghormatinya, dan Timotius khususnya dapat memperoleh melalui kesaksiannya dalam tingkah lakunya sehari-hari dalam kasih, iman, dan dalam kemurnian. Karena TIDAK ADA yang perlu dikritik dalam tindakannya, dia adalah teladan kehidupan Kristen. Sebagian karena percakapan pribadi orang percaya yang murtad..

Ayat 13 pembacaan ditempat umum di sinagoga, gereja, kelompok domestik di rumah mengenai Perjanjian Lama dan surat-surat dari Paulus, Injil para rasul (pertumbuhan Perjanjian Baru) kepada jemaat. Semua ini demi nasihat dan pendidikan, terutama terhadap orang murtad dan doktrin yang salah. Pada saat surat ini ditulis, hampir tidak ada dokumen yang tertulis. Gulungan kitab Taurat disimpan di sinagoga dan orang-orang sangat bergantung pada bacaannya. Sekarang di negara-negara yang teraniaya, seperti Rusia dan negara-negara Muslim, orang-orang juga bergantung pada pendengaran dan penghafalan teks-teks Alkitab. Di dunia Barat, kebanyakan orang dapat membeli Alkitab dan komentar-komentar Alkitab. Di banyak negara, Alkitab dan komentar tersedia secara gratis di Internet. Kelompok yang terakhir ini tidak pernah dapat mengklaim di hadapan takhta pengadilan Kristus bahwa pendeta mereka tidak mengajar atau menasihati mereka dengan benar, karena orang-orang percaya ini memiliki kewajiban untuk membaca dan mempelajari Alkitab sendiri. Alkitab dengan sendirinya adalah untuk menegur orang percaya dan menunjukkan dosa mereka, juga melalui kelompok studi Alkitab dan komentar di Internet. Ini adalah tugas orang percaya untuk melakukan penelitian di Internet demi mendapatkan penjelasan.

Ayat 14 Paulus mengingatkan Timotius (banyak yang berpendapat bahwa dia sedikit meredup yang dikarenakan oleh tekanan di gereja) atau memberinya peringatan bahwa dia telah menerima karunia dari Roh (lihat juga 2 Tim. 1:6). Yesus dan 12 RASUL (tetapi di sini mereka juga berbicara tentang tua-tua) menumpangkan tangan mereka. Penumpangan tangan melambang kan pemindahan karunia dari si pemberi ke penerima.
Secara pribadi, saya TIDAK mendukung perihal penumpangan tangan dan yang pastinya tidak di atas kepala. Saat ini ada banyak transfer dosa (dosa yang tidak diketahui yang dimiliki oleh orang yang menumpangin tangan) dan setan oleh orang yang menumpangi tangan, yang memberikan kepada orang yang ditumpangi tangan. Pendapat pribadi saya adalah supaya orang-orang di jemaat gereja menjaga jarak, dan juga ketika memberkati kantor gereja dan misionaris. Biarlah hanya sebatas penumpangan tangan di bahu.
Timotius dipanggil untuk menggunakan karunia ini dengan penuh semangat. Karunia untuk membedakan roh-roh antara kebenaran dan kepalsuan. Dia harus menggunakan karunia sepenuhnya untuk memberi peringatan, pengajaran dan bimbingan. Ini adalah karunia yang luar biasa yang dipercayakan kepadanya (mungkin terjadi di Listra).
Roh Kuduslah yang membagikan karunia Tuhan. Setelah diberikan, maka karunia tersebut adalah tanggung jawab si penerima untuk membuatnya menghasilkan! Bukan salah Tuhan jika karunia Tuhan tidak lagi bekerja! Setiap orang percaya memiliki tanggung jawab yang jelas dalam hal ini." Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu" (Wahyu 3:11). Tidak peduli berapa tahun telah berlalu, hal-hal tertentu yang Anda terima dari Tuhan dapat hilang sepanjang hidup Anda. Tuhan mampu membuatnya hidup kembali. Tapi ini bukannya tanpa seizin Anda. Ini bukan tentang Anda! Anda adalah pekerja Tuhan dan Anda memiliki tanggung jawab Anda sendiri. Anda tidak bisa lagi menghindarinya. Masing-masing dari kita suatu hari nanti harus memberikan pertanggungjawaban tentang apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. Zakharia adalah seorang nabi yang digunakan oleh Tuhan dengan cara yang sangat khusus. Dia menerima banyak penglihatan untuk dicatat dan diteruskan. Ada begitu banyak wahyu dan nabi yang sangat terlibat yang membuat dia menjadi lelah. Di sini bukan perihal mengenai menyerah atau kecewa, tetapi mengenai keterlibatan dalam pekerjaan dan wahyu Roh Allah sehingga tubuh menjadi kewalahan dan harus terus-menerus dibangkitkan selama wahyu untuk melihat dan menerima hal-hal dari Allah. Berkali-kali kita menemukan dalam kitab Zakharia: "Dan aku membuka mataku."

Ayat 15 Setiap pemegang jabatan gereja harus memastikan bahwa sepanjang hidupnya dia menjalani kehidupan spiritual yang kuat yang dapat dilihat oleh semua orang luar yang tidak percaya dan percaya. Haruslah jelas bagi setiap orang bahwa ada pertumbuhan spiritual. Orang luar yang tidak percaya khususnya harus dapat melihat contoh kehidupan spiritual Kristen. Intoleransi yang jelas oleh pemerintah dan kelompok aksi(contohnya orang-orang yang mendukung aborsi dan euthanasia atau suntikan mati) yang melanggar hukum dan perintah Allah dengan menggunakan kutipan ayat-ayat Alkitab.

Ayat 16 Tidak hanya orang luar yang menguji pemegang jabatan di gereja. Merupakan tugas setiap orang percaya untuk menguji keadaan rohaninya setiap hari, setiap minggu, dan setiap tahun. Apakah dosa yang ada didalam hidup? Apakah orang-orang masih berkomitmen penuh kepada Yesus Kristus? Apakah orang-orang masih memiliki cinta pertama kepada Yesus? Apakah mereka telah memudar? Berapa banyak waktu yang dihabiskan orang setiap hari untuk Tuhan, dalam doa, dalam membaca Alkitab? Hal ini merupakan pengawasan atas ketekunan Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini, Anda akan tetap membangun dengan emas,perak, dan batu mulia. Dengan melakukan ini Anda tetap berada di antara gadis-gadis bijaksana dan dengan teladan Anda, maka orang luar dan pendengar akan diselamatkan.


Janda-janda, tingkah laku para wanita anggota gereja-Timotius 5

Dalam pasal-pasal sebelumnya, Paulus telah memberikan aturan kepada Timotius tentang tuntutan para pekerja di gereja dan pengajaran di gereja. Dalam pasal ini, Paulus membahas perilaku anggota gereja, terutama anggota gereja wanita. Ini adalah tugas Timotius untuk memastikan perilaku yang benar dari anggota gereja. Perbedaan harus dibuat berdasarkan usia dan jenis kelamin. Paulus mengajarkan bahwa Timotius tidak boleh mentolerir dosa di dalam gereja, sehingga seseorang bisa lolos, sebaliknya teguran dan peringatan harus dilakukan dengan sepenuh kasih.

Ayat 1-2 Jangan marah kepada yang sudah tua, meskipun kita bisa mengharap-kan adanya hikmat dan perilaku dewasa dari orang tua, tegur-lah dia seperti ayah menegur anaknya.
Tegur-lah saudara-saudara yang muda, yang masih anak-anak imannya dan yang masih minum susu rohani sebagai saudara, bersabarlah dan bawa mereka dari susu ke makanan padat.
Kepada wanita yang sudah tua tegur-lah seperti seorang ibu menegur dan memperingati anaknya. Timotius harus dengan hormat menegur wanita yang sudah tua apabila dia melakukan dosa, seperti seorang anak yang dewasa yang benar menegur ibunya, dengan segala kerendahan hati, kebijaksanaan dan ketulusan hati.
Tegur lah para remaja putri sebagaimana Anda akan menegur saudara perempuan Anda sendiri. Dalam segala ketulusan yang berhubungan dengan menghormati hukum dan norma Tuhan dan tidak terbatas pada keinginan seksual. Tidak diragukan lagi ini berkaitan dengan kekudusan untuk menunggu hubungan seksual sampai wanita tersebut menikah. Tetapi kehidupan spiritual adalah pemeliharaan dari aturan-aturan yang diberikan dalam Alkitab. Aturan berlaku untuk gadis muda yang belum menikah dan wanita muda yang sudah menikah.

Ayat 3 Pada zaman Paulus, tetapi sekarang juga di beberapa negara, ada / tidak ada ketentuan sosial. Beberapa janda tua tidak bisa lagi bekerja dan mencari nafkah. Adalah tugas gereja untuk memenuhi kebutuhan ini jika janda ini tidak memiliki anak atau cucu. Tapi kita juga bisa memikirkan wanita yang telah ditinggalkan oleh suaminya. Dalam bahasa Yunani, kata tersebut berarti kematian, dirampok.

Ayat 4 Namun, jika janda memiliki anak atau cucu, terserah mereka untuk mengasuh ibu/neneknya. Maka gereja tidak bisa dibebani dengan hal ini. Beban itu harus dibagi secara adil. Anak-anak telah menerima perawatan dan dukungan selama pengasuhan mereka, setelah kematian (atau ditinggalkan oleh) ayahnya, tugas ini diteruskan dengan sepenuh cinta kasih kepada (cucu) anak-anak. Lihat Yohanes 19:26-27 bagaimana Yesus di kayu salib menyerahkan tugas perawatan ibunya (mungkin Yusuf telah meninggal) kepada murid yang terkasih.

Ayat 5 Janda yang benar-benar janda (ayat 3) adalah dia yang tidak memiliki anak (cucu). Dia tidak punya tempat untuk pergi. Perlindungan satu-satunya adalah Tuhan. Pekerjaan sehari-harinya adalah membawa gereja (anggota/jemaat) kepada Tuhan dalam permohonannya dan doa. Baik siang maupun malam (jam-jamnya tidak bisa tidur). Melalui pekerjaan ini, dia adalah seorang ibu yang peduli, yang berjuang untuk anak-anaknya (pendeta, saudara laki-laki dan perempuan) dalam doa melawan kuasa kegelapan. Dia memastikan kesejahteraan spiritual gereja dalam semua doktrin yang sehat. Itulah mengapa dia pantas untuk ditemui. Dia mendapatkan upahnya melalui doanya.
Itulah mengapa kita dapat menyatakan bahwa seorang pengangguran atau penyandang cacat bisa memperoleh dukungan melalui pekerjaan atau doa untuk gereja. 2 Tesalonika 3:10 berlaku: "jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan."

Ayat 6 Namun, janda yang hidup secara bebas tidak dituntut oleh gereja. Kehidupannya yang memanjakan diri adalah suatu kehidupan saleh yang hanya secara lahiriah, dimana dia menggerakkan bibirnya selama doa dan mengucapkan haleluya secara emosional saja. Namun semuanya ini adalah penampilan luar, dia pergi ke gereja pada hari Minggu, tetapi selama seminggu dia tidak menghormati perintah Tuhan. Hal ini seperti benih yang jatuh di antara semak duri (Matius 13:7,22). Kehidupan spiritualnya sudah mati.

Ayat 7 Tempat yang janggal untuk ayat ini, karena diperintahkan: "Peringatkanlah hal-hal ini" agar dilakukan dengan sempurna, yang berlaku untuk semua pasal ini (seluruh surat ini).

Ayat 8 Untuk kerabatnya. Siapakah kerabatnya? Mungkin kerabat dekatnya, termasuk sepupu, paman dan bibi, termasuk teman dan kenalannya "Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad". Jika tidak, "dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman!" Banyak orang yang tidak percaya memperhatikan kerabat dekat mereka, meskipun mereka belum pernah mendengar perintah Yesus, tetapi mereka melakukannya dengan hati yang penuh kasih. Kebanyakan orang yang tidak percaya belum pernah mendengar perintah Yesus:" Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri." Namun, anggota gereja telah membaca perintah ini di dalam Alkitab atau mendengarnya di gereja. Orang percaya yang mengabaikan perintah untuk merawat, telah menjadi ejekan bagi orang yang tidak percaya: lihat bagaimana orang percaya itu mengurus keluarganya.

Ayat 9 Kita harus melihat ayat ini menurut waktu di jaman itu. Meskipun hampir tidak ada yang diketahui tentang rata-rata umur pada zaman Yesus. Banyak pendapat yang sangat bervariasi. Umur sekitar 30 hingga 70 tahun. Karena nama Yusuf tidak disebutkan hadir pada saat penyaliban Yesus dan Yesus berkata agar ibu-Nya Maria dirawat, diasumsikan bahwa Yusuf telah meninggal. Menurut cerita, Yusuf sudah berumur 30 tahun saat kelahiran Yesus, jadi 30 + 33 tahun (umur Yesus di kayu Salib) adalah 63 tahun. Hal ini membuat ayat ini tidak mungkin terjadi dengan usia awam sekitar 60 tahun. Di dunia Barat sekarang dimungkinkan untuk bekerja pada usia 60 dan pensiun di usia 65, bahkan pemerintah merubahnya ke 70. Ayat ini tentang dukungan gereja terhadap janda. Selama hidupnya, dia pasti terbukti setia kepada satu pria. Lihat Yohanes 4:15-18 "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu." Jadi menikah kembali hanya setelah suami meninggal, setia pada satu laki-laki.
Saya tidak memiliki tafsiran untuk ayat ini di masa sekarang dan untuk dunia barat. Harapan usia di negara yang sedang berkembang sangatlah rendah. Jadi setiap gereja harus menentukan aturan mengenai dukungan di tempat. Sebagian berdasarkan ayat 10. Ayat 10. Aturan-aturan berikut berlaku untuk memberikan bantuan kepada janda gereja (walaupun dapat disimpulkan dari ayat 11 bahwa ini tentang penunjukan jabatan gereja):

  • Dia harus membuktikan perbuatan baiknya. Setiap orang yang memiliki fungsi di gereja harus memiliki reputasi yang baik. Anggota gereja dan orang di luar gereja seharusnya tidak mengkritik cara hidup seseorang yang memiliki fungsi di gereja. Ini juga berlaku untuk anggota gereja yang dibantu oleh gereja. Gereja yang memelihara pencuri atau pembunuh adalah contoh yang buruk. Perbuatan baik adalah hasil dari mengasihi sesama.
  • Sebagai seseorang yang membesarkan anak-anak. Bisa jadi anaknya sendiri (cucu) anak angkat atau pernah bekerja dengan anak-anak (Asrama). Ia harus memiliki pengalaman dalam memberikan nasehat yang baik dan teladan yang baik dalam pendidikan Kristen. Lihat 1 Timotius 3:4.
  • Tunjukan keramahan. lihat 1 Timotius. 3:2, 1 Raja-Raja 17:9-24, 2 Raja-Raja 4:8-10, Kisah-Para Rasul 16:15.
  • Membasuh kaki orang-orang kudus. Di zaman Yesus, ini adalah suatu kebiasaan untuk membasuh kaki seseorang ketika diundang untuk makan, lihat Lukas 7:36-38. Di jalan berdebu Palestina, seseorang yang memakai sandal akan membuat kaki cepat kotor. Oleh karena itu, sangatlah ramah bagi seseorang untuk membasuh kaki pengunjung dengan air dingin. Tetapi tidak ada seorang pun di rumah orang Farisi yang membasuh kaki Yesus. Orang Farisi mengundang Yesus untuk makan malam, tetapi tidak membasuh kaki-Nya seperti biasanya, sedangkan orang berdosa membasuh kaki Yesus.
  • Membebaskan yang menderita. Banyak penganiayaan terjadi terhadap orang Kristen di zaman Paulus. Bahkan di saat ini, banyak orang yang dituntut di negara-negara. Pemerkosaan (Jerman, India, Pakistan) dan pembunuhan oleh teroris Islam.
  • Membaktikan dirinya untuk berbuat baik dalam segala hal. Melakukan kebaikan pribadi bisa dilakukan dengan kata-kata dan perbuatan. Tapi bisa juga melalui dukungan finansial dan dukungan doa.

Ayat 11-12 penolakan untuk mendaftarkan janda yang lebih muda. Para janda tua telah mendapatkan pengalaman untuk mengisi jabatan gereja. Mereka tidak atau kurang memiliki kebutuhan seksual, sehingga mereka dapat mengabdikan diri mereka sepenuhnya untuk tugas-tugas bagi Kristus. Janda muda masih memiliki nafsu seksual dan kemungkinan ingin memiliki anak. Dengan begitu, tolaklah mereka. Kalimat "mereka" difokuskan kepada memiliki seorang pria dan bukan pada melayani Tuhan penuh waktu dan cinta pertama kepada Tuhan. Cinta mereka lebih berlaku untuk suami dan anak-anaknya sendiri. Dalam pekerjaan gerejawi, perhatiannya mungkin terfokus pada menemukan calon suami di dalam gereja. Perhatiannya terpecah dan dengan itu dia akan mendatangkan hukuman. Sang rasul tidak berkeberatan dengan nikah lagi (ayat 14), tetapi kemudian biarkan dia tidak memegang jabatan gereja tetapi mengabdikan diri untuk keluarganya.

Ayat 13 Alasan kedua mengapa para janda muda harus ditolak adalah karena mereka akan mengunjungi orang-orang dengan berbagai macam gosip. Apa yang mereka dengar di satu rumah, mereka ceritakan di rumah lain. Tentu hal ini tidak berlaku untuk semua janda muda. Paulus mengacu pada kemungkinan. Kurangnya pekerjaan dan karena mereka tidak punya pekerjaan lain. Di zaman kita saat ini di dunia barat, hal itu hampir tidak terjadi. Banyak yang mencari pekerjaan dan punya pekerjaan sendiri.

Ayat 14 Jadi, apa yang diinginkan rasul Paulus? Dia ingin mereka menikah dan membina keluarga dengan anak-anak. Ini memperjelas bahwa dia tidak menentang pernikahan kedua jika pria itu meninggal. Pada saat penciptaan, Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa manusia harus berkembang biak. Satu-satunya orang yang bisa melahirkan anak adalah perempuan, tetapi pembuahan oleh laki-laki diperlukan. Beberapa pria dipanggil oleh Tuhan dan mereka tidak memiliki kebutuhan seksual. Tapi mayoritas pria memiliki hasrat seksual dan menikah itu baik. Juga mereka yang menginginkan pelayanan, adalah baik untuk menikah. Bagaimana seseorang bisa memberi nasehat tentang masalah perkawinan jika dia belum menikah? Pria yang sudah menikah bisa lebih mudah menahan godaan (jika pernikahannya sendiri bagus dan keinginannya terpenuhi). Tidak pernah seorang pria yang memegang jabatan agama dapat mengunjungi seorang wanita sendirian. Serahkan hal ini pada diaken wanita.
Jelaslah bahwa tujuan Paulus adalah untuk kesejahteraan gereja dan para janda muda. Dengan gosip, maka gereja menderita kerusakan dan juga orang itu sendiri.

Ayat 15 Karena kebutuhan seksual dan / atau penistaan, beberapa janda muda telah menyerah. Mereka mungkin berhubungan seks di luar nikah dan telah menjadi mangsa godaan (seperti Hawa) oleh setan. Tersesat ke dalam dosa, mereka menjadi penistaan di dalam dan di luar gereja.

Ayat 16 Lihat Kisah 16:15 Lidia memiliki rumah besar, dia membantu orang lain. Menerima orang kedalam rumahnya, menyediakan pekerjaan, membantu orang secara finansial. Itu adalah contoh yang baik dan juga melegakan gereja.

Ayat 17 Ternyata, selain Pendeta, ada juga penatua yang berkhotbah di gereja tersebut. Pada zaman Paulus sudah ada penatua yang mengajar Alkitab, yaitu pelajaran Alkitab. Masuk akal bahwa para penatua ini layak mendapat kehormatan ganda. Mereka memberikan waktu mereka untuk berkhotbah dan pendidikan. Muncul pertanyaan apakah ini demi bayaran? Penafsiran kata Yunani dari kehormatan adalah berbeda. Kata kehormatan tidak langsung berkaitan dengan honorarium, tetapi lebih dalam arti kehormatan, martabat, harga diri dan ketuhanan. Tetapi masuk akal bahwa ketika seorang penatua memiliki tugas seharian penuh dan tugas mingguan untuk Khotbah dan mengajar, dia tidak dapat melakukan ini secara gratis dan perlu menerima gaji.

Ayat 18 "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik," itu berasal dari aturan dalam Ulangan 25:4. Paulus membuat kutipan yang setara dalam 1 Kor. 9:7-12. Ini akan menjadi kejam untuk memberangus seekor lembu dan tidak membiarkannya memakan biji-bijian yang dilepaskan selama pengirikan. Hal tersebut adalah pekerjaan yang berat bagi lembu, jadi hewan itu berhak makan selama pengirikan. Ketika Tuhan sudah prihatin tentang lembu pengirik, apalagi pekerja di Kerajaan Tuhan memiliki hak atas bayaran? Khotbah atau studi Alkitab (pendidikan) membutuhkan waktu berjam-jam untuk disiapkan dan diteliti Sang Pengkhotbah atau orang yang mengajarkan Alkitab dan menjalankan tugasnya dengan serius akan mempersiapkannya dengan baik dan waspada terhadap ajaran palsu. Mereka berhak atas bayaran untuk pekerjaan mereka. Dimana sementara yang lain hanya menyiapkan khotbah atau pelajaran dalam 5-15 menit dan hampir tidak menjelaskan Firman Tuhan dan membuat Khotbah atau belajar praktis untuk aplikasi sehari-hari. Ada beberapa dari mereka yang memiliki pekerjaan pokok penuh waktu untuk mencari nafkah demi keluarga mereka dan tidak punya waktu untuk melakukan persiapan. Jika gereja tidak memberi mereka gaji untuk mempersiapkan pelajaran atau khotbah(memberikan persepuluhan yang cukup), sungguh lah memalukan. Di sisi lain, Paulus memiliki pekerjaan penuh waktu sebagai pembuat tenda, dan menghabiskan malam untuk berkhotbah dan mengajar Alkitab. Merupakan tanggung jawab anggota jemaat untuk memberi penghormatan kepada pendeta dan penatua mereka dan membayar gaji yang sesuai dengan waktu yang mereka habiskan untuk mempersiapkan dan mengajar dengan benar.

Ayat 19 Bandingkan dengan ajaran dalam Ulangan. 17:6 atas pernyataan dua atau tiga saksi, masalahnya sudah pasti. Dan bukan berdasarkan kesaksian dari satu saksi. Kesaksian dari dua atau ketiganya HARUS SEPENUHNYA SESUAI. Surat dakwaan dari pendeta, penatua atau diaken hanya dapat diproses jika (secara lisan) khotbahnya cocok. Keluhan harus diperiksa dengan serius. Setelah dikonfirmasi, orang yang terlibat harus diberhentikan secara disiplin. Jika hasil investigasi menunjukkan bahwa tuduhan itu adalah palsu, para penuduh harus meminta maaf secara terbuka di gereja. Maka tidak ada kerusakan yang mungkin dialami oleh tuduhan palsu.

Ayat 20 Pendeta dan mereka yang memegang jabatan di gereja mungkin tidak terhindar dari tuduhan yang terkonfirmasi. Dosa mereka harus diungkapkan secara terbuka di dalam gereja. Mengenai dosa seorang anggota gereja, haruslah dilakukan melalui percakapan pribadi. Jika anggota gereja menolak untuk bertobat, maka akan diikuti dengan percakapan dengan penatua (dewan gereja). Jika anggota gereja tetap berbuat dosa, maka diikuti oleh wahyu di gereja. Lihat Matius 18:15-17, di sini juga konfirmasi oleh dua atau tiga saksi dan penyelidikan pun berlaku.
Mereka yang hidup dalam dosa, kita bisa berpikir mengenai perzinahan, mabuk-mabukan, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, seks sebelum menikah, hidup bersama sebelum menikah, penggunaan narkoba. Singkatnya, keberlangsungan hidup yang penuh dosa, tidak menghormati perintah dan norma Tuhan.

Ayat 21 Ini adalah perintah yang tegas dari Paulus kepada Timotius, tetapi pada kenyataannya untuk siapa saja yang memegang jabatan di gereja. Dia yang memegang pelayanan gereja harus menyadari bahwa dia dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus, lihat Ibrani 13:17.

Tidak boleh ada prasangka atau bias. Tidak boleh ada konflik demi kepentingan diri sendiri atau suatu pihak. Semuanya harus dinilai secara objektif. Dengan kutukan dariYesus, posisi dominan dari imam besar Kayafas jelas dipertaruhkan, lihat Matius26,dia sama sekali tidak terbebas dari bias.
Malaikat-malaikat pilihan, adalah malaikat Tuhan. Mereka adalah saksi, mereka melihat segala sesuatu yang dilakukan dan tidak dilakukan pekerja. Mereka melaporkan semua yang dilakukan orang percaya dan pekerja pelayanan. Namun, Allah Bapa dan Kristus Yesus juga dapat membaca pikiran dan alasan mengapa mereka melakukan sesuatu. Orang percaya tidak akan pernah bisa dituduh secara salah di hadapan takhta pengadilan Kristus. Karena kesaksian itu dari Allah Bapa, Kristus Yesus dan setidaknya dari satu malaikat, mungkin dari beberapa malaikat. Itu adalah dua atau tiga orang saksi yang menjadi dasar perkara.

Ayat 22. Perintah ini terutama mengacu pada sikap resmi penumpangan tangan dalam peresmian penatua dan diaken. Idenya adalah bahwa Timotius tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil tindakan penting seperti menunjuk seseorang untuk pelayanan. Dia harus meluangkan waktu untuk memberikan penilaian yang jujur tentang kesalehan mereka; dia harus memiliki bukti yang cukup tentang kualifikasi mereka. Ia hendaknya tidak segera menghadirkan seseorang ke dalam pelayanan karena ia telah menunjukkan belas kasihan, atau dengan semangat, atau karena ia telah menganggap dirinya memenuhi syarat untuk pekerjaan itu.
Juga tidak berpartisipasi dalam dosa orang lain . Ini harus dijelaskan dengan menumpangi tangan di atas (kepala) seseorang. Artinya, Timotius tidak ikut ambil bagian dalam dosa orang lain. Penumpangan tangan adalah transfer karunia (dari tangan yang menumpangi ke yang lain, tetapi juga yang tangannya diletakkan di atas tangan yang menumpangi). Karenanya pentingnya kehati-hatian saat meletakkan tangan. Tetapi meskipun Paulus tidak diragukan lagi memaksudkan bahwa ini harus diterapkan terutama pada penahbisan pelayanan, dia memberinya ciri-ciri umum. Kita tidak boleh berbagi dalam dosa orang lain dengan cara apapun. Seseorang sama sekali tidak mengetahui dosa yang tersembunyi, atau terkadang penyembahan rahasia setan, masa lalu yang tersembunyi dari seseorang.
John CalvinJangan terburu-buru dalam penumpangan tangan. Tidak ada keraguan bahwa Paulus bermaksud untuk melindungi Timotius dari bahaya dan untuk menghindari banyak keluhan yang terus-menerus melawan para pelayan Tuhan Kristus, yang menolak untuk memenuhi permintaan ambisius pribadi seseorang. Beberapa memberi mereka tuduhan yang serius; orang lain ada yang iri; dan beberapa berteriak bahwa mereka kejam karena mereka tidak langsung menerima orang-orang yang menyombongkan diri karena memiliki banyak karunia rohani. Kita mengalami banyak hal-hal ini dihari ini. Oleh karena itu Paulus mendesak Timotius untuk tidak mengesampingkan kewaspadaan dan tidak kewalahan oleh perasaan tidak enak; Bukan karena Timotius membutuhkan peringatan seperti itu, tetapi untuk membatasi mereka dengan otoritasnya, mereka yang kalua tidak dibatasi akan melecehkan Timotius.
Pertama, penumpangan tangan berarti transfer, yaitu, yang ditandai dengan meletakan tangan didepan sesuatu; karena dia dilarang bahwa dia terlalu mudah menerima seseorang yang belum sepenuhnya dinilai/dikenal. Ada beberapa orang yang, karena keinginan atas sesuatu yang baru, ingin menerima seseorang di kantor jabatan gereja, dimana orang tersebut hampir tidak dikenal hanya karena ia telah memberikan satu atau dua pertunjukan yang dianggap baik. Ini adalah tugas seorang uskup yang bijaksana dan waspada untuk melawan perasaan yang tidak enak ini, sama seperti Paulus meminta Timotius untuk melakukan ini di sini.
Juga tidak berpartisipasi dalam dosa orang lain. Artinya seseorang yang setuju dengan hal-hal yang ilegal terlibat dalam hutang yang sama dengan pelaku utamanya. Namun, ada beberapa orang yang memberikan penjelasan seperti ini: jika dia mengenali orang yang tidak berharga, tidak peduli kesalahan apa yang mereka buat nanti, maka dia akan disalahkan sepenuhnya atau sebagian disalahkan. "Tapi menurut saya ini adalah suatu gambaran yang lebih sederhana:" Meskipun orang lain terburu-buru untuk berpartisipasi dengan cepat, janganlah mengikuti mereka sehingga Anda tidak akan berbagi kesalahan mereka. "Sekalipun penilaian kita baik, sering kali terjadi bahwa kita dipaksa oleh kebodohan dan kecerobohan orang lain".

Saat ini, beberapa gereja berpikir terlalu ringan tentang penumpangan tangan. Secara pribadi, saya tidak mendukung penumpangan tangan, dan tentu saja tidak untuk doa orang atau orang percaya di gereja, atau pada pengusiran setan. Di Brazil saya sering melihat penumpangan tangan oleh seorang pendeta yang diundang (yang sering berbicara dalam bahasa roh) yang mengundang orang untuk maju ke depan dan meletakkan tangan pada saat berdoa. Mereka tidak tahu siapa yang diundang, tidak tahu apa-apa tentangnya (dan seringkali juga dia, sementara Paulus melarang penggembalaan wanita sebagai perintah dari Tuhan), dosa masa lalu dan (rahasia). Pentransferan yang diketahui, di semua negara di dunia, pentransferan tangan setan, homoseksualitas, kecanduan alkohol atau obat-obatan, kekerasan, dll.
Penumpangan tangan saya terbatas hanya untuk istri dan anak-anak saya. Hanya ketika Roh Kudus secara nyata memerintahkan saya untuk meletakkan tangan saya, maka saya akan melakukan ini, dan kemudian dengan doa perlindungan melalui darah Yesus Kristus. Saya sendiri tidak mengizinkan seseorang untuk meletakkan tangan pada diri saya sendiri, istri dan anak-anak saya (dalam kasus yang jarang terjadi di pundak saya jika saya mengenal orang tersebut secara sepenuhnya).

Ayat 23 Timotius sudah terbiasa tidak minum anggur, sehingga tidak ada yang bisa menuduhnya. Namun, air minum jauh dari aman di negara-negara Timur. Beberapa gereja benar-benar melarang penggunaan alkohol apa pun. Anggur pada Perjamuan Kudus diganti dengan jus anggur. Saya sendiri tidak memiliki masalah dengan itu, mungkin ada orang di gereja yang memiliki masa lalu sebagai alkoholik, dan bahkan sedikit anggur ini dapat membawa mereka kembali ke kecanduan alkohol yang terjadi saat Perjamuan Kudus diadakan mingguan.
Hindari penggunaan alkohol jika berbahaya bagi lingkungan. Di sini Paulus menasihati Timotius untuk menggunakan sedikit anggur karena hanya minum air adalah buruk bagi kesehatannya. Oleh karena itu, ini adalah nasihat medis untuk meningkatkan kesehatannya. Dalam surat lain, Paulus berbicara tentang penggunaan anggur yang secukupnya, mengingat kualitas air di Timur maka hal ini bukan merupakan nasihat yang tidak biasa. Beberapa orang berpendapat bahwa itu bukan anggur, tetapi jus anggur. Tidak mungkin karena jus anggur akan berfermentasi dengan cepat di Timur karena suhu udara yang panas.

Ayat 24 Kembali ke pengangkatan orang percaya dalam pelayanan. Dosa terlihat jelas oleh semua orang di dalam dan di luar gereja. Baik dosa yang berkaitan dengan hukum Tuhan dan hukum pemerintah. Pikirkan tentang pencurian, perzinahan, pengemudi yang melanggar lampu merah, iri hati, pesta pora, dan perkataan yang jahat. Tapi dosa orang lain akan terlihat dihari nanti. Dosa-dosa yang terjadi secara rahasia ini, rahasia pemujaan setan, membaca horoskop, berlatih pilates, yoga, akupunktur, sihir, dosa seksual.

Ayat 25 Perbuatan baik terlihat nyatat, hidup sepenuhnya di bawah kendali Roh Kudus sehingga buah Roh terlihat jelas baik oleh orang di dalam gereja maupun di luar.
Timotius (gereja) harus sangat berhati-hati saat menunjuk orang percaya untuk melayani. Tidak pada pandangan pertama, tetapi hanya setelah melakukan penyelidikan mengenai kehidupan orang yang bersangkutan dengan cermat. Itulah inti dari pesan Paulus kepada Timotius


Bahaya dari kehidupan duniawi - Timotius 6

Ayat 1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan. Di Roma sendiri, sepertiga dari populasinya termasuk dalam kelas budak. Yang benar-benar perbudakan. Para budak diperlakukan seperti lembu dengan kuk. Orang-orang ini telah menjadi budak oleh karena a. Tahanan perang, b. hutang, c. keyakinan, d. penculikan, e. dijual oleh orang tua, f. lahir dari orang tua budak. Hukum Romawi tidak merasa kasihan pada budak tersebut jika pemiliknya memperlakukannya dengan kejam. Bahkan tanda di dahi diizinkan untuk diberikan kepada para budak yang pernah melarikan diri. Beberapa budak memperoleh kebebasan mereka melalui surat wasiat dari pemilik yang telah meninggal.
Dengan meningkatnya Kekristenan, masalah pun dimulai. Tidak heran Paulus memberikan instruksi mengenai pelayan dan tuannya dalam berbagai surat. Intinya adalah kerusakan yang terjadi pada pelayan (budak perempuan) dan tuannya. Di dalam Kristus, pelayan harus tetap tunduk kepada tuannya dan melakukan pekerjaannya seolah-olah dia melakukannya untuk Kristus. Pemilik harus ingat bahwa dia harus bertanggung jawab atas takhta pengadilan Kristus atas perlakuannya terhadap pelayan-pelayannya. Dia sendiri, bagaimanapun, adalah pelayan Kristus. Dunia luar harus melihat dengan jelas dan melalui perlakuannya terhadap budak bahwa orang tidak percaya menjadi percaya kepada Yesus Kristus melalui perlakuan yang baik dan dengan hormat kepada pelayan tersebut. Pelayan harus menghormati tuannya, sama seperti dia akan menghormati Kristus. Semua ini agar dunia luar dan orang-orang tidak percaya tidak dapat mengomentari perilaku mereka dan nama Tuhan akan tercemar. Bagaimanapun, tidak ada perbedaan pribadi dihadapan Tuhan. Keduanya sepenuhnya setara bagi Tuhan. Jadi Tuhan tidak akan mengampuni pelayan yang membantah, curang dan malas. Sama seperti pemilik yang memperlakukan pelayannya dengan buruk.

Ayat 2 Dalam kasus seorang budak dan tuan yang sama-sama percaya, budak Kristen mungkin berpikir: Jika tuanku benar-benar seorang Kristen, mengapa dia membiarkanku sebagai budak? Agamanya tidak terlalu berarti. Bagaimana kita bisa duduk berdampingan sebagai sederajat di gereja sementara saya lebih rendah di rumahnya? Ini dapat menyebabkan berbagai macam masalah. Itulah sebabnya Paulus memberikan solusi yang unik: Jika budak itu mendapatkan posisi istimewa dengan memiliki pemilik Kristen, biarkan dia melakukan pelayanan yang luar biasa (berusaha keras untuk melakukannya), karena mereka adalah saudara di dalam Kristus. Upahnya, mengenai bagaimana dia melakukan pelayanannya, akan muncul di hadapan takhta pengadilan Kristus.

Ayat 2b Sekali lagi Paulus mengulangi instruksinya: AJARKANLAH DAN NASIHATKANLAH tugas-tugas di atas, jangan mentolerir penyimpangan di gereja, lembaga-lembaga ini diberikan oleh Tuhan. Bukan tanpa kewajiban. Ini adalah Kehendak Tuhan bagi orang Kristen yang ingin melayani Tuhannya Yesus Kristus. Hal ini HARUS DIAJARKAN dan dipelajari di gereja. Ini adalah pengingat untuk posisi Anda sebagai pendeta, dan berlaku untuk semua penatua, diakonia, dan orang percaya di gereja.

Ayat 3-5 Paulus telah memperoleh pengalaman yang cukup melalui Khotbahnya di berbagai kota tentang kesalahan pengajaran dan tentangan terhadap Khotbahnya dan ajaran mana yang diberikan kepadanya oleh Kristus Yesus. Paulus memberi tahu Timotius untuk tidak menyerah pada hal ini dan bertindak keras. Mengapa? Doktrin Kristus Yesus harus tetap murni, bukan memberitakan doktrin yang lain. Bagaimana kita bisa melihat adanya ajaran yang berbeda yang diberitakan di berbagai gereja saat ini, yang menyatakan "Bagian dari Alkitab tidak boleh dipahami secara harfiah, tetapi secara rohani. Yesus tidak mati di kayu Salib. Yesus bukanlah Anak Allah. Sombong dan dia tidak tahu apa-apa: dalam teks aslinya tidak ada pernyataan tersebut" (sementara orang tersebut tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman tentang Bahasa Ibrani, Aram dan Yunani). Ada kelemahan terhadap perselisihan dan perceraian: di gereja tidak ada disiplin, dosapun ditoleransi (mabuk, hidup bersama, seks sebelum menikah, pernikahan sesama jenis). Kecemburuan, iri hati, omongan keji, fitnah di antara anggota jemaat, itu semua ditoleransi di dalam jemaat tanpa hukuman dan disiplin atau penolakan akses ke gereja.
Di sisi lain, para pemecah belah yang telah kehilangan doktrin yang sehat. Orang Farisi dan ahli Taurat dengan interpretasi dan tambahan mereka mengenai hukum Musa, memetik bulir gandum pada hari Sabat, mencuci tangan sebelum makan. Larangan mutlak bekerja pada hari Minggu, namun polisi, dokter dan perawat dibutuhkan pada hari Minggu. Seorang pendeta yang Khotbahnya juga bekerja pada hari Minggu. Jika Anda menjadi tegas, Anda tidak boleh berjalan ke gereja (cara berkendara ke gereja di masa lalu) atau bahkan memasak makanan. Di Israel tidak ada makanan yang dimasak pada hari Sabat, itu disiapkan sebelumnya dan tetap dipanaskan di atas api.
Karena banyaknya semua hiruk pikuk, orang-orang kehilangan jejak. Orang tidak lagi memiliki doktrin yang sehat. Manusia adalah orang berdosa, tetapi Yesus telah memberikan Roh Kudus agar orang percaya tidak lagi berbuat dosa. Sementara orang percaya tetap menjadi orang berdosa, dia terus berbuat dosa dan dibebaskan dari dosa hanya setelah menerima tubuh yang sempurna pada Kedatangan Kristus yang pertama (Pengangkatan Gereja). Orang – orang telah kehilangan pemikiran jernih.
Karena mereka menganggap kesalehan memiliki keuntungan besar. Orang percaya yang mengutamakan karunia rohani. Sedangkan karunia Roh Kudus ditujukan untuk mengajar dan membangun gereja dari susu menjadi makanan padat (kedewasaan rohani), Khotbah Injil (berbicara dalam bahasa roh, memberitakan Injil dalam bahasa lain, yang tidak dipelajari oleh orang percaya). Bukanlah keuntungan kesalehan di luar yang seperti jerami dan rumput kering yang akan dibakar, tetapi kesalehan yang berguna bagi Kerajaan Allah dan memberikan keuntungan: emas, perak, dan batu mulia.

Ayat 6-7 Orang percaya sejati memikirkan cara memberitakan Injil, pertumbuhan rohaninya, pertumbuhan rohani anggota gereja. Bukan kekayaan yang ditawarkan dunia, yaitu rumah-rumah indah, mobil kencang, kenikmatan seksual, pesta bebas. Kesenangan itu hanyalah kesenangan sementara, seumur hidup. Bisa berlangsung lama (70 tahun?), Tapi juga bisa pendek dalam kasus kematian di usia muda (20-50 tahun?). Tak satupun dari kepemilikan di dunia ini, orang-orang percaya, yang manusia dapat bisa dibawa ke Surga. Semuanya akan ditinggal dan bahkan lenyap di bumi selama Kesengsaraan Besar yang akan segera terjadi. Seseorang dapat bekerja keras di bumi, menghasilkan banyak uang, mendapatkan banyak kehormatan dan prestise sebagai sutradara atau pemain sepak bola. Tapi tidak satupun dari hal tersebut akan masuk ke Surga. Di sana, setiap individu dihakimi oleh Tuhan tanpa membedakan individu.
Lihatlah apa yang dikatakan Ayub dalam Ayub 1:21 " Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya". Manusia dilahirkan tanpa apapun ke dunia. Dari semua kekayaan yang diperoleh Ayub selama hidupnya di bumi, dia tidak dapat membawa apapun setelah kematiannya.

Ayat 8 Manusia dan orang percaya harus (cukup) puas dengan mata pencaharian (makanan, minuman dan pakaian) dan tempat tinggal, memiliki atap di atas kepala mereka. Puas dengan apa yang dibutuhkan untuk hidup secara sehat normal. Tanpa makanan yang melimpah yang berujung pada segala macam penyakit seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular, obesitas. Lihatlah Yesus yang tidur di udara terbuka dan dengan kepala di atas batu. Paulus tidak memiliki rumah tetap, menjadi tamu tetap kepada seorang rekan seiman. Bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi mungkin seseorang merasa puas dengan rumah (yang layak) yang hanya cukup memberikan ruang untuk anggota keluarganya sendiri.

Ayat 9 Tuhan Yesus (Paulus) tidak mengutuk keinginan untuk menjadi kaya. Tapi orang kaya cepat jatuh ke dalam godaan. Ingin menjadi lebih kaya dan tidak lagi peduli dengan sesama. Kekayaan yang tidak digunakan untuk menumbuhkan Kerajaan Allah, merawat orang miskin, misi, dan penginjilan. Namun uang itu digunakan untuk kekayaan yang lebih besar, lebih banyak uang, mobil yang lebih besar, vila mewah dengan banyak kamar dan dapur mewah. Mengunjungi restoran mewah, pesta pora yang megah.
Perhatikan tahapannya: keinginan/hasrat, jatuh ke dalam godaan, masuk ke dalam jerat, banyak keinginan yang tidak masuk akal dan menyakitkan, dengan hasil akhirnya manusia terjun ke dalam kehancuran dan kebinasaan.

Ayat 10 Orang percaya yang menginginkan kekayaan, pendeta yang ingin memiliki martabat yang besar dan rasa hormat atau nama yang terkenal, maka mereka kehilangan iman. Mereka menjauh dari iman dan kehancuran mereka ada di lautan api. Akarnya adalah keegoisan mereka, keinginan untuk memiliki kemuliaan bagi diri mereka sendiri. Eksploitasi budak oleh pemiliknya. Orang kaya dengan kawanan besar, yang mencuri satu-satunya domba dari orang miskin. Orang kaya yang bahkan tidak membiarkan Lazarus makan dari remah-remah mejanya.
Atau jutawan kaya di New York yang bunuh diri. Sebuah surat ditemukan di sakunya: Saya telah mengumpulkan kekayaan yang besar, tetapi saya tidak dapat lagi mengatasi kesepian dan kebosanan. Sebagai karyawan saya bahagia. Sekarang saya memiliki jutaan, saya terus-menerus tidak bahagia dan lebih memilih kematian. Sungguh menyedihkan.

Ayat 11-12 "Tetapi engkau hai manusia Allah," yang mengacu kepada Timotius. Tetapi surat ini ditujukan kepada semua pekerja di jemaat: pendeta, penatua, diaken, misionaris, penginjil, siapa pun yang berdiri dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus. Pada prinsipnya, berlaku untuk setiap orang percaya.
Jauhi semua hal duniawi ini dalam ayat 3-10. Di sisi lain, berburu kepada:

  • Kebenaran. Keadaan hati dan pikiran yang selaras dengan Kehendak Tuhan, hukum dan norma. Keinginan untuk menjadi pengikut Yesus dan menunjukkan perilaku hidup Yesus.
  • Kesalehan. Buah-buah Roh Kudus yang nampak dalam kehidupan sehari-hari.
  • Iman/ Kepercayan yang aktif dalam Tuhan Yesus bahwa mereka akan menunjukan kehidupan nyata yang sesuai dengan Firman Tuhan
  • Cinta Kasih, lihat 1 Korintus 13.
  • Keteguhan dan kelemah-lembutan. Bertekun meskipun ada serangan dari anggota gereja dan orang luar. Terlepas dari semua penganiayaan oleh orang Yahudi dan bukan Yahudi. Terlepas dari semua penyiksaan, cambuk dan penjara. Dalam keadaan ini, tetap lemah-lembut dengan cinta kasih untuk mengajar, mengoreksi, dan menjadi menengahi musuh.
  • Berjuang dalam pertarungan iman yang baik. Ini adalah perjuangan untuk menjaga iman. Benih ditabur, tetapi sebagian jatuh di jalan, sebagian jatuh di bebatuan, sebagian di antara semak duri dan hanya (sebagian) jatuh di tanah yang subur dan berbuah. Paulus menyerukan untuk berjuang dalam pertarungan yang baik seperti pelari atau pegulat. Dan tidak kehilangan iman selama hidup dan kehilangan keselamatan di akhir hidup. Tidaklah mudah untuk tetap bertekun dalam iman di dunia yang penuh dengan godaan setan, ajaran palsu, komunis dan pendidikan sosial di sekolah dan universitas. Doktrin palsu dan "penyembuhan" oleh psikolog dan psikiater.
  • Peganglah kehidupan kekal. Jangan lah jatuh ke dalam ajaran palsu, nafsu duniawi, tetapi jika Anda memegang iman kepada Yesus Kristus dalam doktrin yang benar, Anda akan mencapai kehidupan kekal di surga.
  • Membuat kesaksian /pengakuan yang baik. Ajaran doktrin murni seperti yang diberikan dalam Perjanjian Lama, Injil, surat-surat Paulus. Tapi hari ini juga penjelasan murni dari Wahyu. Dan juga mempraktikkannya dan menunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ayat 13-14 Terlepas dari semua perlawanan terhadap Timotius, jangan khawatir, tetaplah bertekun dalam Khotbahmu, ajaran dan perintah yang telah aku perintahkan kepadamu (juga dalam surat ini), jangan takut (kehilangan) atas hidupmu. Yesus juga memberikan kesaksian kepada para imam, imam besar, orang Farisi, dan ahli Taurat, dan terus bertahan dihadapan Pontius Pilatus, mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan kematian-Nya di kayu Salib.
Paulus memberikan perintah ini kepada Timotius (tetapi pada kenyataannya untuk setiap orang percaya) tanpa rasa takut, untuk mengikuti kebenaran dan tanpa cela dan untuk tiba sampai pada Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Pertama-tama, orang-orang Kristen hari ini di Kedatangan Pertama di udara untuk mengangkat Gereja. Kedua, bertekun dalam Kesengsaraan Besar bagi mereka yang tertinggal sampai Kedatangan Kedua Yesus ketika semua bangsa di bumi akan melihat-Nya.

Ayat 15-16 Pertama-tama orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus (lima gadis bijaksana) akan diangkat ke Surga pada Kedatangan Kristus yang Pertama di Udara (dan tidak terlihat oleh bangsa-bangsa di bumi). Inilah orang-orang yang diberkati. Dia, Yesus Kristus, memberikan hidup yang kekal dalam tubuh yang tidak berdosa. Pada Kedatangan Kedua, Kristus akan kembali ke dunia bersama orang-orang yang diberkati ini dan semua bangsa akan melihat Dia. Dia adalah Raja segala raja. Setiap orang percaya akan memerintah dengan Yesus, Sang Raja, sebagai raja/wakil. Dia adalah Penguasa segala tuhan. Dia memiliki semua kuasa (Tuhan). Dia abadi dan memberikan keabadian kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat dari dosa dan kematian. Sekarang Yesus tinggal di Surga, duduk di sebelah kanannya Allah Bapa. Bapa adalah cahaya yang tidak dapat diakses yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun. Tidak ada yang bisa melihat langsung ke matahari tanpa menjadi buta. Bahkan Musa hanya melihat bayangan Tuhan.

Ayat 17-19 Mereka yang memperoleh kehidupan kekal di Surga, merekalah yang benar-benar kaya. Ini berbeda dengan menjadi kaya di sini dalam kehidupan yang sementara dan terbatas saat ini. Paulus memerintahkan Timotius untuk menunjukkan hal ini kepada orang kaya. Orang kaya sekarang di bumi harus menggunakan kekayaan mereka untuk Kerajaan Allah, misi, pewartaan Injil, kebutuhan orang miskin, yatim piatu dan janda, kebutuhan di dunia yang sedang berkembang. Dalam dirinya sendiri, kekayaan bukanlah masalah, tetapi berubah menjadi masalah yang sangat besar (pemuda kaya) ketika orang tersebut tidak menggunakan kekayaannya sepenuhnya untuk melayani Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Mereka menaruh harapan mereka pada kekayaan yang tidak pasti (besok semuanya dapat berubah, berubah menjadi penyakit (yang tidak dapat disembuhkan), kecelakaan, cacat, kematian, kesengsaraan dan kehancuran dalam Kesengsaraan Besar). Orang beriman dengan kekayaan harus kaya akan perbuatan baik, sederhana (tidak rakus) dan murah hati pada perbuatan baik. Dalam hal ini, masa depannya juga akan terjamin bersama Tuhan.

Ayat 20-21 Timotius dipercayakan dengan Firman Tuhan yang dapat diandalkan dalam perjalanan misi Paulus. Dalam keadaan apa pun, dia tidak diizinkan untuk melepaskan semua hal ini dan membiarkan dirinya dibodohi oleh guru-guru palsu di Efesus, yang menghasilkan suara yang hampa, obrolan yang tidak bertuhan dan kontradiksi yang tidak mengarah pada kehidupan kekal. Guru-guru palsu ini telah kehilangan jejak dengan takhayul dan dongen mereka dan diberitakan tanpa pengetahuan.